Bangkit dari Rasa Bersalah (Guilty Feeling)

Bangkit dari Rasa Bersalah (Guilty Feeling) salah satu judul artikel yang akan maimelajah.com bahas. Guilty feeling, Apa itu??? Merasa bersalah adalah hal yang lumrah dirasakan setiap orang yang melakukan kesalahan. Hanya saja menjadi tidak wajar jika perasaan bersalah atau berdosa masih terus mendera meskipun sudah melakukan sesuatu sebagai reaksi penebusan dan pertobatan. Setelah menabrak seorang anak sebut saja Alvin tidak lagi ingin menyentuh dan mengendarai mobil. Memang Alvin tidak mahir menyetir apalagi saat itu pikirannya lagi kalut karena pekerjaan yang menumpuk di kantor membuatnya saling serobot jalan. Rasa bersalah yang begitu besar membuat frustasi dan depresi padahal kejadian itu sudah lama berlalu.

Begitulah guilty feeling, ada yang menyebabkan seseorang menjadi frustasi dan depresi dan ada sebagian dari mereka yang mampu mengatasi suasana hatinya dengan tetap berpikir positif. Guilty feeling adalah hal yang wajardan muncul secara naluriah sebagai wujud pemahaman nilai – nilai yang berlaku dalam dirinya maupun di dalam kehidupan masyarakat. Namun Bangkit dari Rasa Bersalah (Guilty Feeling) bukan hal yang wajar saat masih tetap muncul setelah seseorang melakukan upaya penebusan dan pengampunan.

Wajar vs tidak wajar

Guilty feeling adalah perasaan bersalah yang muncul akibat perbuatan dan tindakan yang dilakukan oleh seseorang, seperti usai melakukan perbuatan jahat, perbuatan salah, berdosa atau karena suatu kegagalan. Guilty feeling merupakan suatu kondisi emosional yang dihasilkan dari pemahaman seseorang atas terjadinya suatu penyimpangan standar moral. Para ahli sepakat rasa bersalah ini bersumber dari kepedulian yang tinggi dari individu terhadap standar moral yang berlaku bagi dirinya atau berlaku dalam masyarakatnya. Guilty feeling muncul karena adanya beberapa hal yang sangat berperan dalam pembentukan nilai moral seseorang diantaranya adalah pola asuh keluarga, lingkungan, dan kepribadian dari yang bersangkutan dan bukan dari berat ringannya sebuah masalah atau kegagalan. Bagi seorang anak yang selalu dicerca, dihujat atau disalahkan akan cenderung sensitive terhadap rasa bersalah dan tidak berharga.

Dua tipe guilty feeling

Pseudo guilty

Pseudo guilty atau rasa bersalah yang muncul karena penyebab emosional yang biasanya terkait dengan pengalaman masa kecil. Pengalaman masa kacil yang kurang atau tidak menyenangkan bisa menyebabkan anak tersebut merasa bersalah pada setiap masalah atau kegagalannya kelak. Bahkan kadang juga menghukum diri dengan pikiran saya layak untuk ini. Pada umumnya mereka menjadi pribadi yang mudah frustasi tidak tahan kritik dan cenderung menghindar ketika dalam masalah. Contoh Misalnya kegagalan pada ujian membuat frustasi, depresi akibat terus menerus menyalahkan diri sendiri. Bahkan perasaan bersalah atau berdosa itu masih terus melekat meskipun sudah dilakukan sesuatu sebagai reaksi penebusan, permintaan ampun dan pertobatan. Tipe ini menjadikan seseorang terkadng menyalahkan Tuhan, sangat emosional dan bahkan maladjustment.

Real guilty

Real guilty adalah perasaan bersalah yang muncul ketika seseorang melakukan perbuatan yang melanggar norma social, hokum atau merasa berbuat dosa. Berbeda dengan pseudo guilty  pada orang dengan real guilty  ini perasaan bersalah mampu diatasi dan menjadikannya mampu berpikir positif.

Perasaan tidak nyaman seperti marah, cemas, kecewa karena melakukan suatu kesalahan adalah hal yang lumrah dan terjadi pada setiap orang. Namun menurutnya pada kondisi tertentu jika perasaan bersalah membebani secara berlebihan bahkan menganggap setiap peristiwa hidup atau kegagalannya sebagai kesalahan pribadinya tentunya hal ini membutuhkan penanganan yang khusus. Besar kemungkinan peristiwa atau pengalaman masa lalu sebagai salah satu factor penyebab. Ada contoh lain ada kalanya seseorang sudah meminta maaf dan sudah diberi maaf tetapi rasa  bersalah masih terus mendera perasaannya itu adalah hal yang tidak wajar.

Bagaimana cara mengatasinya?

Perasaan tidak nyaman seperti cemas, kecewa, dan frustasi adalah hal wajar bagi setiap orang yang melakukan kesalahan atau kegagalan namun jangan biarkan Anda larut dalam perasaan tidak nyaman ini. Berikut tips agar guilty feeling tidak terlalu lama menyiksa Anda.

  • Kenali diri sendiri dengan jujur ada tidaknya hal yang tidak terselesaikan di waktu lalu
  • Coba analisa peristiwa di masa lalu dan coba belajarlah untuk menilai setiap peristiwa dari sudut pandang yang positif
  • Agar lebih ringan mintalah maaf atau berbagi perasaan Anda kepada orang lain yang terkait
  • Hadapi persoalan dengan pola pikir konstruktif agar menjadi kebiasaan positif kedepannya sehingga tidak dihinggapi rasa cemas, gelisah akibat rasa bersalah.

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai Bangkit dari Rasa Bersalah (Guilty Feeling). Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terima Kasih

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

2 tanggapan untuk “Bangkit dari Rasa Bersalah (Guilty Feeling)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: