Hiperplasia prostat jinak (BPH) adalah pembesanan prostat yang jinak bervariasi berupa hiperplasia kelenjar atauhiperplasia fibromuskular. Namun orang sering menyebutnya dengan hipertropi prostat namun secara histologi yang dominan adalah hyperplasia. BPH (Hiperplasia prostat benigna) adalah suatu keadaan di mana kelenjar prostat mengalami pembesaran, memanjang ke atas ke dalam kandung kemih dan menyumbat aliran urin dengan menutup orifisium uretra. BPH merupakan kondisi patologis yang paling umum pada pria — maimelajah.com

Pembesaran prostat jinak atau lebih dikenal sebagai BPH (benign prostatic hyperplasia) merupakan istilah histopatologis, yaitu terdapat hiperplasia sel-sel stroma dan sel-sel epitel kelenjar prostat. BPH dapat dialami oleh sekitar 70% pria di atas usia 60 tahun. Angka ini akan meningkat hingga 90% pada pria berusia di atas 80 tahun. BPH merupakan salah satu keadaan yang menyebabkan gangguan miksi yaitu retensioobstruksi (voiding symptoms) maupun iritasi (storage symptoms) yang meliputi: frekuensi miksi meningkat, urgensi, nokturia, pancaran miksi lemah dan sering terputus-putus (intermitensi), dan merasa tidak puas sehabis miksi, dan tahap selanjutnya terjadi retensi urine. BPH merupakan tumor jinak yang paling sering pada laki-laki usia tua.Menurut studi epidemiologis terpercaya mengenai BPH di Amerika Serikat tahun 2000, BPH merupakan alasan utama kasus rujukan ke klinik sebesar 4,4 juta kasus, dan 117.000 kunjungan ke unit gawat darurat, serta 105.000 kasus rawat inap di rumah sakit. Prevalensi histologis BPH meningkat dari 20% pada laki-laki berusia 41-50 tahun, 50% pada laki usia 51-60 tahun hingga lebih dari 90% pada laki berusia diatas 80 tahun. Meskipun bukti klinis belum muncul, namun keluhan obstruksi juga berhubungan dengan usia. Pada usia 55 tahun + 25% laki-laki mengeluh gejala obstruksi pada saluran kemih bagian bawah, meningkat hingga usia 75 tahun dimana 7 50% laki-laki mengeluh berkurangnya pancaran atau aliran pada saat berkemih

#Etiologi BPH

Penyebab yang pasti dari terjadinya BPH sampai sekarang belum diketahui. Namun yang pasti kelenjar prostat sangat tergantung pada hormon androgen. Faktor lain yang erat kaitannya denganBPH adalah proses penuaan

#Proses terjadi

Perubahan mikroskopik pada prostat telah terjadi pada pria usia  30-40 tahun. Bila perubahan mikroskopik ini berkembang, akan terjadi perubahan patologi anatomi yang ada pada pria usia 50 tahunan. Perubahan hormonal menyebabkan hiperplasia jaringan penyangga stromal dan elemen glandular  pada prostat.

#Manifestasi klinis

Gejala iritatif meliputi :

  • Peningkatan frekuensi berkemih
  • Nokturia (terbangun pada malam hari untuk miksi)
  • Perasaan ingin miksi yang sangat mendesak/tidak dapat ditunda (urgensi)
  • Nyeri pada saat miksi (disuria)
  • Gejala obstruktif
  • Pancaran urin melemah
  • Rasa tidak puas sehabis miksi, kandung kemih tidak kosong dengan baik
  • Kalau mau miksi harus menunggu lama
  • Volume urin menurun dan harus mengedan saat berkemih
  • Aliran urin tidak lancar/terputus-putus
  • Urin terus menetes setelah berkemih
  • Waktu miksi memanjang yang akhirnya menjadi retensi urin dan inkontinensia karena penumpukan berlebih.
  • Pada gejala yang sudah lanjut, dapat terjadi Azotemia (akumulasi produk sampah nitrogen) dan gagal ginjal dengan retensi urin kronis dan volume residu yang besar.

#Unduh Materi

Materi selengkapnya dapat di download disini : BPH

#Penutup

Demikian penjelasan singkat tentang artikel kami yang berjudul Benigna Prostat Hiperplasia atau BPH, Apa itu?. Penjelasan lengkap bisa kalian download pada link diatas. Semoga artikel kami bermanfaat bagi teman-teman yang sudah membaca artikel kami. Dan jangan lupa untuk membaca artikel kami yang lainnya.

Sampai Jumpa di artikel kami selanjutnya terima kasih

Artikel SebelumnyaMakna Hari Raya Saraswati
Artikel SelanjutnyaMengenal Lebih Lengkap tentang Mikrotik
Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini