Bladder training adalah satu upaya untuk mengembalikan fungsi kandung kemih yang mengalami gangguan ke keadaan normal atau ke fungsi optimal neurogenik. Bladder training dilakukan pada pasien yang memakai kateter dalam jangka waktu lama dan akan mulai dilatih untuk berkemih secara fungsional. Pemasangan kateter dalam jangka waktu lama menyebabkan kandung kemih tidak dapat terisi dan berkontraksi sehingga kapasitas kandung kemih menurun atau hilang, apabila kateter di lepas maka akan terjadi komplikasi gangguan eliminasi. Bladder Training perlu dilakukan untuk mengembalikan fungsi kandung kemih ke keadaan normal atau ke fungsi optimal dengan latihan terstruktur sehingga interval berkemih menjadi panjang dan normal. Penerapan teknik bladder training dilakukan dengan cara mengeklem selang kateter dengan penjepit klem selama 2-3 jam atau disesuaikan dengan respon pasien bisa merasakan sensasi berkemih atau belum, dan responden diberikan minum 200ml hingga 4 siklus sebelum kateter dilepas. Bladder training juga dapat dilakukan pada individu yang tidak memakai kateter dan mengalami gangguan berkemih. Bagaimana cara melakukan bladder training??? Yuk simak artikel dari maimelajah.com berikut ini…!!!

#Tentang Bladder Training

Pengertian :

Bladder training adalah satu upaya untuk mengembalikan fungsi kandung kemih yang mengalami gangguan ke keadaan normal atau ke fungsi optimal neurogenik. Bladder training dilakukan pada pasien yang memakai kateter dalam jangka waktu lama dan akan mulai dilatih untuk berkemih secara fungsional.

Tujuan

  • Melatih kandung kemih dan mengembalikan pola normal perkemihan dengan menghambat atau menstimulasi pengeluaran air kemih.
  • Mengembangkan tonus otot kandung kemih
  • Memperpanjang interval waktu berkemih
  • Meningkatkan kapasitas kandung kemih
  • Mengurangi atau menghilangkan inkontinensia
  • Meningkatkan kemandirian dalam manajemen kandung kemih

#Prosedur Pelaksanaan

Pasien dengan tidak terpasang kateter :

  • Tentukan pola waktu biasanya klien berkemih
  • Rencanakan waktu toilet terjadwal berdasarkan pola dari klien, bantu seperlunya
  • Berikan pasien sejumlah cairan untuk diminum pada waktu yang dijadwalkan secara teratur (2500 ml/hari)
  • Anjurkan pasien untuk menungguselama 30 menit kemudian coba pasien untuk berkemih
  • Posisikan pasien dengan paha fleksi, kaki dan punggung disupport
  • Perintahkan untuk menekan atay memasge diatas area bladder atau meningkatkan tekanan abdominal dengan cara bersandar ke depan. Ini dapat membantu dalam memulai pengosongan bladder
  • Anjurkan klien untuk berkonsentrasi terhadap BAK
  • Anjurkan klien untuk mencoba berkemih setiap 2 jam. Interval dapat diperpanjang. (Atur bunyi alarm jam dengan interval setiap 2-3 jam pada siang hari dan pada malam hari cukup 2 kali), batasi cairan setelah jam 17.00
  • Anjurkan pasien untuk berkemih sesuai jadwal, catat jumlah cairan yang diminum serta urine yang keluar dalam waktu berkemih
  • Anjurkan klien untuk menahan urinnya sampai waktu BAK yang telah dijadwalkan
  • Kaji adanya tanda-tanda retensi urin. Jika diperlukan tes residu iurine secara langsung dengan katerisasi
  • Anjurkan pasien untuk melakukan program latihan secara kontinue

Pasien dengan terpasang kateter :

  • Tentukan pola waktu biasanya klien berkemih
  • Rencanakan waktu toilet terjadwal berdasarkan pola dari klien, bantu seperlunya
  • Berikan pasien sejumlah cairan untuk diminum pada waktu yang dijadwalkan secara teratur (2500 ml/hari) sekitar 30 menit sebelum waktu jadwal untuk berkemih
  • Beritahu klien untuk menahan berkemih (pada pasien yang terpasang kateter, klem selang kateter 1-2 jam,  disarankan bisa mencapai waktu 2 jam kecuali pasien merasa kesakitan)
  • Kosongkan urine bag
  • Cek dan evaluasi kondisi pasien, jika pasien merasa kesakitan dan tidak toleran terhadap waktu 2 jam yang ditentukan, maka kurangi waktunya dan tingkatkan secara bertahap
  • Lepaskan klem setelah 2 jam dan biarkan urine mengalir dari kandung kemih menuju urine bag hingga kandung kemih kosong
  • Biarkan klem tidak terpasang 15 menit, setelah itu klem lagi 1-2 jam
  • Lanjutkan prosedur ini hingga 24 jam pertama
  • Lakukan bladder training ini hingga pasien mampu mengontrol keinginan untuk berkemih
  • Jika klien memakai kateter, lepas kateter jika klien sudah merasakan keingin untuk berkemih

#Unduh Materi

Download contoh SOP bladder training disini : SOP

#Penutup

Demikian penjelasan singkat tentang artikel kami yang berjudul Bladder Training Untuk Melatih Perkemihan. Penjelasan lengkap bisa kalian download pada link diatas. Semoga artikel kami bermanfaat bagi teman-teman yang sudah membaca artikel kami. Dan jangan lupa untuk membaca artikel kami yang lainnya.

Sampai Jumpa di artikel kami selanjutnya terima kasih

Artikel SebelumnyaBalon Blowing Pasien PPOK
Artikel SelanjutnyaCara Setting Waktu di Router Mikrotik
Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini