Ketuban Pecah Dini (Prom)

Halo teman-teman berjumpa lagi dengan maimelajah.com. Pada kesempatan yang berbahagia ini kami akan membagikan artikel tentang Ketuban Pecah Dini (Prom). Ketuban pecah dini atau PROM (Premature Rupture of Membrane) adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan, dan ditunggu satu jam sebelum dimulainya tanda persalinan; umumya persalinan terjadi spontan dalam beberapa jam. Ketuban pecah dini berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinan. Jarak antara pecahnya ketuban dini dan permulaan dari persalinan disebut periode laten = LP = lag period. Makin muda umur kehamilan, maka makin memanjang LP-nya.

Sedangkan lamanya persalinan lebih pendek dari biasa, yaitu prime 10 jam dan multi 6 jam. Bila ketuban pecah dini dihubungkan dengan kehamilan premature, ada resiko peningkatan morbiditas dan mortalitas janin. Bila kelahiran tidak terjadi dalam 24 jam juga terjadi resiko peningkatan infeksi intra uterin. Ketuban dini menyebabkan hubungan langsung antara dunia luar dengan ruangan dalam rahim, sehingga memudahkan terjadinya infeksi ascenden. Salah satu fungsi selaput ketuban adalah melindungi atau menjadi pembatas dunia luar ruangan dalam rahim sehingga mengurangi kemungkinan infeksi. Makin lama periode laten maka makin besar kemungkinan terjadinya infeksi dalam rahim, persalinan prematuritas, serta kematian ibu dan bayi dalam rahim

Etiologi

Penyebab pecahnya ketuban dini tidak atau belum jelas. Adapun terjadinya ketuban pecah dini dihubungkan dengan :

  • Ketegangan rahim yang berlebihan : kehamilan ganda, hidramnion
  • Selaput ketuban terlalu tipis
  • Kelainan letak dalam rahim : letak sungsang, letak lintang
  • Kemungkinan kesempitan panggul: perut gantung, bagian terendah belum masuk PAP, chephalopelvik disproporsi
  • Infeksi
  • Kelainan bawaan

Mekanisme

  • Selaput ketuban tidak kuat, sebagai akibat dari kurangnya jaringan ikat, dan vaskularisasi
  • Bila terjadi pembukaan serviks, maka ketuban sangat lemah dan mudah pecah dengan mengeluarkan air ketuban

Tanda & Gejala

  • Terjadinya pengeluaran cairan secara mendadak dan berbau khas    

Cara Menentukan Ketuban Pecah Dini

Cara menentukan kejadian ketuban pecah dini adalah :

  • Memeriksa adanya cairan yang berisi meconium, verniks caseosa, rambut lanugo, atau bila telah terinfeksi
  • Inspekulo : lihat dan perhatikan apakah memang air ketuban keluar dari canalis sevicis dan apakah ada bagian yang sudah pecah
  • Gunakan kertas lakmus, bila menjadi biru (basah) berarti air ketuban. Bila menjadi merah (asam) berarti air kemih (urine)
  • Pemeriksaan PH verniks posterior, pada PROM PH adalah basa (air ketuban)
  • Pemeriksaan histopatologi air (ketuban), aborization dan sitologi air ketuban  

Unduh Materi

Nah, untuk lebih lengkapnya bisa anda unduh pada link di bawah : KETUBAN PECAH DINI

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: