Manajemen Konflik, Bagaimana Mengaturnya?

Pada kesempatan kali ini maimelajah.com akan membahas mengenai Manajemen Konflik, Bagaimana Mengaturnya?. Manusia hidup tidak lepas dari sebuah interaksi. Konflik cenderung timbul di dalam suatu interaksi antara satu dengan yang lainnya, seperti halnya pada sebuah kelompok dalam satu organisasi. Dalam institusi pelayanan kesehatan terjadi interaksi, baik terjadi antara kelompok staff dengan staff, staff dengan klien, staff dengan keluarga dan pengunjung, staff dengan dokter, maupun dengan yang lainnya yang mana situasi tersebut seringkali dapat memicu terjadinya konflik. Konflik erat kaitannya dengan perasaan manusia, termasuk perasaan diabaikan, disepelekan, tidak dihargai, ditinggalkan, dan juga perasaan jengkel karena kelebihan beban kerja. Perasaan tersebut sewaktu – waktu dapat memicu timbulnya kemarahan. Yang dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan kegiatannya secara langsung, dan dapat menurunkan produktifitas kerja organisasi secara langsung dengan melakukan banyak kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Berdasarkan uraian diatas maka diperlukan kemampuan individu dalam menjalankan manajemen konflik

Pengertian Manajemen Konflik

Manajemen

Managemen adalah mengungkapkan apa yang hendak dikerjakan dan kemudian menyelesaikannya. Dengan kata lain, managemen menentukan tujuannya dahulu dengan pasti ( yakni menyatakan menentukan dengan rinci apa yang hendak dituju ) dan kemudian mencapainya.

Konflik

Konflik adalah masalah internal dan eksternal yang terjadi sebagai akibat dari perbedaan pendapat, nilai – nilai atau keyakinan dari 2 orang atau lebih. ( Marquis dan Huston, 1998 ). Konflik dikategorikan sebagai kejadian atau proses ( Litllefield, 1995). Sebagai kejadian, konflik terjadi dari suatu ketidak setujuan antara dua orang atau organisasi dimana seseorang tersebut menerima sesuatu yang akan  mengancam kepentingannya. Sebagai proses, konflik dimanifestasikan sebagai suatu rangkaian tindakan yang dilakukan oleh dua orang atau kelompok, dimana setiap orang / kelompok berusaha menghalangi atau mencegah kepuasan dari seseorang.

Kategori Konflik

Konflik dapat dibedakan menjadi tiga jenis :

  1. Intrapersonal adalah : konflik yang terjadi pada individu sendiri.
  2. Interpersonal : Konflik interpersonal terjadi antara dua orang atau lebih dimana nilai, tujuan dan keyakinan berbeda.
  3. Antar kelompok/ Intergroup : Konflik terjadi antara dua atau lebih kelompok orang, departemen/ organisasi.

Penyebab Konflik

Konflik dapat berkembang karena berbagai sebab sebagai berikut;

  1. Batasan pekerjaan yang tidak jelas.
  2. Hambatan komunikasi.
  3. Tekanan waktu.
  4. Standar, peraturan, dan kebijakan yang tidak masuk akal.
  5. Pertikaian antar pribadi.
  6. Perbedaan status.
  7. Harapan yang tidak terwujud.

Proses Konflik

Dibagi menjadi beberapa tahapan :

  1. Konflik laten : Tahapan konflik yang terjadi terus – menerus  ( laten ) dalam suatu organisasi.
  2. Felt konflik ( konflik yang dirasakan ) : Konflik yang terjadi karena adanya suatu yang dirasakan sebagai ancaman, ketakutan, tidak percaya, dan marah.
  3. Konflik yang nampak / sengaja dimunculkan : Konflik yang sengaja dimunculkan untuk dicari solusi.
  4. Resolusi konflik adalah suatu penyelesaian masalah dengan cara memuaskan semua orang yang terlibat di dalamnya dengan prinsip “ win- win solution “ .
  5. Konflik “ aftermath “ : Konflik yang terjadi akibat dari tidak terselesaikannya konflik yang pertama
Manajemen Konflik, Bagaimana Mengaturnya?

Terdapat tiga metode dalam managemen konflik yaitu :

  1. Metode harmonisasi konflik : konflik dapat bersifat positif atau negatif.
  2. Metode pengurangan konflik : Metode ini menekankan padanya antogonisme akibat konflik yang dapat diatasi dengan cara mendinginkan suasana, namun tetap menangani masalah – masalah yang semula menumbulkan konflik.
  3. Metode penyelesaian konflik : Metode ini berkaitan dengan  kegiatan manager yang secara langsung dapat menyelesaikan konflik.

Aspek Positif Dalam Konflik

Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreatifitas yang positif apabila dikelola dengan baik. Misalnya : Konflik dapat menggerakkan suatu perubahan:

  1. Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka.
  2. Memberikan saluran baru untuk komunikasi.
  3. Menumbuhkan semangat baru pada semua staff.
  4. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi.
  5. Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi.

Penyelesaian Konflik

Langkah-langkah

Vestal ( 1994 ) menjabarkan langkah – langkah menyelesaikan suatu konflik meliputi :

Pengkajian.

  1. Analisa situasi : menentukan waktu yang diperlukan, Siapa yang terlibat dan perannya masing – masing. Tentukan jika situasinya dapat berubah.
  2. Analisa dan mematikan isu yang berkembang : jelaskan masalah dan prioritas fenomena yang terjadi. Tentukan masalah utama , dan hindari penyelesaian semua masalah dalam satu waktu.
  3. Menyusun tujuan : jelaskan tujuan spesifik yang akan dicapai

Identifikasi

  1. Mengelola perasaan : hindari respon emosional : marah. Dimana setiap orang mempunyai respon yang  berbeda – beda terhadap ekspresi, tindakan dan kata – kata.

Intervensi

  1. Masuk pada konflik yang diyakini dapat diselesaikan dengan baik
  2. Menyeleksi metode dalam menyelesaikan konflik. Penyelesaian konflik memerluka strategi berbeda – beda . Seleksi metode paling sesuai untuk menyelesaikan konflik yang terjadi

Strategi Penyelesaian Konflik

  1. Kompromi/ Negosiasi : suatu strategi penyelesaian konflik dimana semua yang terlibat saling menyadari dan sepakat tentang keinginan bersama.
  2. Kompetisi : diartikan sebagai “ win Lose “ penyeleaian konflik. Penyelesaian ini menekankan bahwa hanya ada 1 orang atau kelompok yang menang tanpa mempertimbangkan yang kalah.
  3. Akomodasi : istilah lain yang sering dipakai adalah “ cooperative “. Konflik ini berlawanan dengan kompetisi. Pada strategi ini seseorang berusaha mengakomodasi permasalahan – permasalahan dan memberi kesempatan orang lain untuk menang.
  4. Smoothing : penyelesaian konflik dengan mengurangi komponen emosional dalam konflik .
  5. Menghindar : semua yang terlibat dalam konflik , pada strategi ini menyadari tentang masalah yang dihadapi , tetapi  memilih untuk menghindar atau tidak menyelesaikan masalahnya.
  6. Kolaborasi : strategi ini merupakan “ win – win solution “ . Pada kolaborasi , kedua unsur yang terlibat, menentukan tujuan bersama dan bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan.

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai Manajemen Konflik, Bagaimana Mengaturnya?. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih

Unduh Materi

Materi lengkap tentang artikel Manajemen Konflik, Bagaimana Mengaturnya? dapat diunduh pada link berikut ini : Konflik

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

Satu tanggapan untuk “Manajemen Konflik, Bagaimana Mengaturnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: