Mencegah Athelete’s Foot Pada Kaki

Mencegah Athelete’s Foot Pada Kaki merupakan artikel yang akan maimelajah.com bahas pada kesempatan kali ini. Ada jamur di kakimu, gara – gara kamu selalu pakai sepatu. Pernahkah Anda memakai sepatu rapat dengan atau tanpa kaos kaki lebih dari 12 jam? Kalau jawaban anda iya, maka Anda harus mulai menjauhi kebiasaan tersebut karena jamur akan mengintai kesehatan kaki. High heels, sepatu olahraga atau platform shoes merupakan sepatu yang sering dipakai untuk beraktivitas sehari – hari. Kebanyakan sepatu yang digunakan beraktivitas adalah sepatu yang tertutup. Sepanjang hari memakai sepatu tentu ada kendalanya misalnya athlete’s foot atau kaki atlet. Tuntutan pekerjaan, sekolah atau alasan lain membuat kaki jarang bernafas dan selalu berada dalam dekapan sang sepatu. Kondisi kaki yang tertutup akan menambah kelembapan kaki dan kondisi ini akan menyebabkan kaki mudah terkena jamur.

Athlet’s foot merupakan sejenis infeksi kulit yang terjadi akibat adanya jamur. Infeksi ini biasanya terlihat mulai punggung kaki, telapak kaki bahkan sampai di sela – sela kaki. Umumnya infeksi ini sering dialami oleh mereka yang kerap menggunakan sepatu tertutup dengan waktu yang lama atau sampai 12 jam. Pemakaian sepatu yang lama tersebut membuat kelembapan lebih tinggi sehingga jamur bertahan atau bahkan berkembang biak pada lingkungan yang lembap. Athlet’s foot menjadi popular karena bentuknya menyerupai sepatu olahraga atau atlet

Mencegah Athelete's Foot Pada Kaki

Gejala Athelete’s foot

Jamur yang menyebabkan athlet’s foot adalah Trichopyton rubrum, trichophyton mentagrophytes. Jamur – jamur tersebut akan memakan serpihan lapisan kulit atau keratin pada kaki, dimana pada akhirnya akan menimbulkan reaksi radang. Masa inkubasi jamur terjadi dalam beberapa minggu yaitu 2 – 3 minggu mulai dari timbulnya jamur hingga menjadi infeksi. Namun terkadang orang yang bersangkutan tidak menyadari kapan infeksi itu mulai terjadi. Seseorang yang mengalami infeksi kaki athlete akan mengalami gejala seperti kulit kering, bersisik, mengelupas dan menimbulkan rasa gatal.

Jika kulit digaruk atau bergesekan akan menimbulkan reaksi yang berlebihan akibat garukan yang memungkinkan masuknya bakteri dari tangan yang menggaruk. Efek selanjutnya bisa menimbulkan kemerahan bahkan bisa menimbulkan bintil bernanah di dalamnya. Kaki athlet terkadang sampai mengenai kulit di dekat jari – jari yang terlihat kering dan kasar. Pada dasarnya kaki athlet bukan penyakit berbahaya, sepanjang tidak ada komplikasi dengan peyakit lain. Namun secara estetika penyakit ini sangat mengganggu karena menimbulkan bau yang sangat tidak sedap dari dalam sepatunya.  

Obat Athelete’s foot

Sepintas penyakit kaki athlet ini mnyerupai kadas dan kutu air. Jadi untuk menentukan kepastian penyebabnya harus dilakukan kerokan kulit dan biakan jamur untuk mengetahuinya. Meskipun tidak berbahaya penyakit ini juga tidak boleh dibiarkan karena bila dalam waktu lama dan disertai adanya trauma akibat gesekan atau garukan infeksi akan lebih berat. Akan muncul gelembung berisi cairan dan akhirnya gelembung akan pecah, bisa juga terjadi bengkak bahkan berisi nanah.

Pengobatannya sangat sederhana cukup diatasi dengan obat anti jamur, jika infeksi meluas obat anti jamur yang diberikan adalah obat oral dan mungkin dikombinasikan dengan obat oles. Namun jika ringan cukup diberikan obat anti jamur oles. Penggunaan salep minimal 2 minggu namun jika masih ada gejala maka bisa ditambahkan lagi waktu penggunaannya. Sedangkan untuk obat yang dikonsumsi minimal dikonsumsi antara 10 hari – 14 hari.    

Tips Mencegah Athelete’s Foot

  1. Pilih sepatu dan kaos kaki yang tepat. Disarankan untuk memilih sepatu yang berlubang – lubang atau tidak tertutup rapat agar udara bisa masuk dan mengurangi kelembapan
  2. Bersihkan sepatu dan kaos kaki. Sepatu dan kaos kaki yang bersih dapat menggurangi tumbuhnya jamur di kaki. Cuci kaos kaki tiap hari atau kalau mau dipakai kembali jemur dahulu di terik matahari
  3. Hindari penggunaan kaos kaki berbahan nilon. Ganti kaos kaki berbahan nilon dengan yang berbahan katun karena dapat menyerap keringat.
  4. Bukalah sepatu tiap beberapa jam sekali agar kaki bisa bernafas. Rajin memotong kuku dan membersihkan kuku terutama di kaki.Cucilah kaki setelah beraktifitas dan keringkan agar tidak lembap

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel Mencegah Athelete’s Foot Pada Kaki. Semoga bermanfaat dan ingat mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, semoga bermanfaat! Terima Kasih

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: