Pada kesempatan kali ini maimelajah.com akan membahas tentang artikel Mengenal Daripada Konsep Keluarga. Dimana kata Keluarga secara umum dapat diartikan sebagai bagian dari masyarakat yang peranannya sangat penting karena pendidikan individu dimulai dari keluarga sehingga akan tercipta tatanan masyarakat yang baik. Dalam konteks kesehatan keluarga dijadikan sebagai unit pelayanan karena masalah kesehatan keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara semua anggota keluarga. Konsep tentang keluarga sangat penting untuk dipelajari sebelum mempelajari tentang asuhan keperawatan keluarga.

Artikel Mengenal Daripada Konsep Keluarga akan membahas tentang Konsep Keluarga yang meliputi : definisi keluarga, ciri keluarga, tipe keluarga, struktur keluarga, fungsi pokok keluarga, tugas keluarga, peranan keluarga, tahap perkembangan, keluarga sejahtera dan konsep dukungan sosial keluarga.

Definisi Keluarga

Pengertian keluarga akan berbeda satu dengan lainnya, hal ini bergantung kepada  orientasi dan cara pandang yang digunakan seseorang dalam mendefinisikan. Ada beberapa pengertiang keluarga yang perlu diketahui :

a. Bussard dan Ball (1966)

Keluarga merupakan lingkungan sosial yang sangat dekat hubungannya dengan seseorang di keluarga itu seseorang dibesarkan, bertempat tinggal, berinteraksi satu dengan yang lain, dibentuknya nilai-nilai, pola pemikiran, dan kebiasaannya dan berfungsi sebagai saksi segenap budaya luar, dan mediasi hubungan anak dengan lingkungannya.

b. WHO (1969)

Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan.

c. Duval (1972)

Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari tiap anggota keluarga.

d. Helvi (1981)

Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam satu rumah tangga dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat.

e. Depkes RI (1988)

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yangberkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

f. Bailon dan maglaya (1989)

Keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena hubungan darah, perkawinan dan adopsi, dalam satu rumah tangga berinteraksi satu dengan lainnya dalam peran dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.

g. UU No 10 tahun 1992

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami, istri, atau suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya.

h. Sayekti (1994)

Keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersamaatau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak, baik anaknya sendiri atau adopsi dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.

Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan secara umum bahwa keluarga itu terjadi jikalau ada :

  • Ikatan atau persekutuan (perkawinan/kesepakatan)
  • Hubungan (darah/adopsi/kesepakatan)
  • Tinggal bersama dalam satu atap (serumah)
  • Ada peran masing-masing anggota keluarga
  • Ikatan emosional

Ciri – Ciri Keluarga

a. Menurut Robert MacIver dan Charles Horton

  • Keluarga merupakan hubungan perkawinan
  • Keluarga berbentuk suatu kelembagaan yang berkaitan dengan hubungan perkawinan yang sengaja di bentuk atau dipelihara.
  • Keluarga mempunyai suatu sistem tata nama (Nomen Clatur) termasuk perhitungan garis keturunan.
  • Keluarga mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggota-anggotanya berkaitan dengan kemampuan untuk mempunyai keturunan dan membesarkan anak.
  • Keluarga merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau rumah tangga.

b. Ciri keluarga Indonesia

  • Mempunyai ikatan yang sangat erat dengan dilandasi semangat gotong royong
  • Dijiwai oleh nilai kebudayaan ketimuran
  • Umumnya dipimpin oleh suami meskipun proses pemutusan dilakukan secara musyawarah.

Tipe Keluarga

Pembagian tipe ini bergantung kepada konteks keilmuan dan orang yang mengelompokkan  

  1. Secara tradisional
    a. Keluarga inti (nuclear family)
    b. Keluarga besar (extended family)
  2. Secara modern
    Berkembangnya peran individu dan meningkatnya rasa individualisme maka pengelompokkan tipe keluarga selain diatas adalah :  
    a. Tradisional nuclear
    b. Reconstituted nuclear
    c. Niddle age/aging couple
    d. Dyadic nuclear
    e. Single parent
    f. Dual carrier
    g. Commuter married
    h.  Single adult
    i.  Three generation
    j.  Institusional
    k. Comunal
    l.  Group marriage
    m. Unmariage parent and child
    n. Cohibing coiple
    o. Gay and lesbian

Struktur Keluarga

Struktur keluarga menggambarkan bagaimana keluarga melaksanakan fungsi keluarga di masyarakat. Struktur keluarga terdiri dari berbagai macam, diantaranya adalah :  
a. Patrilineal
b. Matrilineal
c. Matrilokal
d. Patrilokal
e. Keluarga kawin

Parad dan Caplan (1965) yang diadopsi oleh Friedman mengatakan ada empat elemen struktur keluarga yaitu :
1. Struktur peran keluarga
2. Nilai atau norma keluarga
3. Pola komunikasi  keluarga
4. Struktur kekuatan keluarga

Fungsi Pokok Keluarga

  1. Friedman (1998)
    a. Fungsi afektif
    b. Fungsi sosialisasi
    c. Fungsi reproduksi
    d. Fungsi ekonomi
    e. Fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan    
  2. UU no 10 tahun 1992 jo PP No. 21 tahun 1994
    a. Fungsi keagamaan
    b. Fungsi budaya
    c. Fungsi cinta kasih
    d. Fungsi perlindungan
    e. Fungsi reproduksi
    f. Fungsi sosialisasi
    g. Fungsi ekonomi
    h. Fungsi pelestarian lingkungan    
  3. Effendy (1998)
    a. Asih : Memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman, kehangatan kepada anggota keluarga sehingga memungkinkan mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya.
    b. Asuh : Menuju kebutuhan pemeliharaan dan keperawatan anak agar kesehatannya selalu terpelihara, sehingga diharapkan menjadikan mereka anak-anak yang sehat fisik, mental, sosial, dan spiritual.
    c. Asah : Memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannya.

Tugas Keluarga dalam Bidang Kesehatan

  1. Mengenal masalah kesehatan  
    Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian dan tanggung jawab keluarga, maka apabila menyadari adanya perubahan perlu segera dicatat kapan terjadinya, perubahan apa yang terjadi dan seberapa besar perubahannya.
  2. Mengambil keputusan  
    Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa diantara keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga maka segera melakukan tindakan yang tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi bahkan teratasi. Jika keluarga mempunyai keterbatasan sebaiknya meminta bantuan orang lain di lingkungan sekitar keluarga.
  3. Memberikan perawatan anggotanya yang sakit  
    Perawatan ini dapat dilakukan di rumah apabila keluarga memiliki kemampuan melakukan tindakan untuk pertolongan pertama atau ke pelayanan kesehatan untuk memperoleh tindakan lanjutan agar masalah yang lebih parah tidak terjadi.
  4. Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga.
  5. Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan lembaga kesehatan (pemanfaatan fasilitas yang ada)

Tahap Perkembangan Keluarga  

Bukan hanya individu saja yang memiliki tahap perkembangan, keluarga pun memiliki tahap perkembangan dengan berbagai tugas perkembangan yang harus diselesaikan pada tahapnya. Ada perbedaan pembagian tahap perkembangan menurut Carter dan McGoldrick (1989) dan Duvall (1985).  

Perbedaan Tahap Perkembangan
Carter dan McGoldrick (family therapy perspective, 1989)Duvall (sociological perspetive, 1985)
1.  Keluarga antara :masa bebas (pacaran) dewasa mudaTidak diidentifikasi karena periode waktu antara dewasa dan menikah tidak dapat ditentukan
2.  Terbentuknya keluarga baru melalui suatu perkawinan1.  Keluarga baru menikah
3. Keluarga yang memiliki anak usia muda (anak usia bayi sampai usia sekolah)2. Keluarga dengan anak baru lahir (usia anak tertua sampai 30 bulan)
3. Keluarga dengan anak prasekolah (usia anak tertua 2.5-5 tahun)
4. Keluarga dengan anak usia sekolah (6-12 tahun)
4. Keluarga yang memiliki anak dewasa5. Keluarga dengan anak remaja (usia anak tertua 13-20 tahun)
5. Keluarga yang mulai melepas anaknya untuk keluar rumah6. Keluarga mulai melepas anak sebagai dewasa (anak-anaknyamulai meninggalkan rumah)
7. Keluarga yang hanya terdiri dari orang tua saja/ keluarga usia pertengahan (semua anak meninggalkan rumah)
6. Keluarga lansia8. Keluarga lansia

Keluarga Sejahtera

  1. Keluarga pra sejahtera  
    Keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal (kebutuhan dasar belum terpenuhi)
  2. Keluarga sejahtera I  
    Keluarga-keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologisnya.
  3. Keluarga sejahtera II  
    Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar dan juga kebutuhan sosial psikologis tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan pengembangannya seperti menabung dan memperoleh informasi.
  4. Keluarga sejahtera III  
    Keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, sosial psikologis dan pengembangan keluarganya, tetapi belum dapat memberikan sumbangan yang teratur bagi masyarakat, seperti sumbangan materi dan berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
  5. Keluarga sejahtera III plus  
    Keluarga-keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, sosial psikologis dan pengembangannya telah terpenuhi serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dukungan Sosial Keluarga  

Dukungan sosial keluarga adalah sebagai suatu proses hubungan antara keluarga dengan lingkungan sosial (Friedman,1998). Studi-studi tentang dukungan sosial sebagai koping keluarga, baik dukungan-dukungan yang bersifat eksternal maupun internal terbukti sangat bermanfaat.

Dukungan Sosial Keluarga eksternal

Antara lain sahabat, pekerjaan, tetangga, sekolah, keluarga besar, kelompok sosial, kelompok rekreasi, tempat ibadah, praktisi kesehatan.

Dukungan Sosial Keluarga Internal

Antara lain dukungan dari suami atau istri, saudara kandung atau anak (Friedman, 1998).  

Jenis Dukungan Keluarga ada 4 yaitu :

  1. Dukungan instrumental
  2. Dukungan informasional
  3. Dukungan penilaian
  4. Dukungan emosional

Menurut House setiap bentuk dukungan sosial keluarga mempunyai ciri-ciri antara lain :  

  1. Informatif
  2. Perhatian emosional
  3. Bantuan instrumental
  4. Bantuan penilaian

Unduh Materi

Terima kasih sudah membaca artikel Mengenal Daripada Konsep Keluarga. Untuk materi lengkapnya tentang Mengenal Daripada Konsep Keluarga dapat di Unduh disini : mengenal daripada konsep keluarga.doc

Artikel SebelumnyaPraktik Keperawatan Kesehatan Keluarga
Artikel SelanjutnyaKonsep Dasar Askep Keluarga
Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini