Penyakit Flu Babi Yuk Simak Penjelasannya!

Pada kesempatan kali ini maimelajah.com akan membahas mengenai artikel Penyakit Flu Babi Yuk Simak Penjelasannya!. Flu Babi Menurut Cahyono (2009) merupakan suatu penyakit influenza yang ditandai dengan keluhan : demam, menggigil, nyeri telan, nyeri otot, nyeri kepala, batuk, pilek, badan lemas. Penyakit flu babi ini disebabkan oleh virus influenza yang dikenal sebagai swine influenza virus (SIV), yang biasanya menyerang binatang babi

Menurut Fenner et al (1987) adalah penyakit pernapasan akut pada babi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Varian baru ini dikenal dengan nama vrus H1N1 yang merupakan singkatan dari dua antigenutama virus yaitu hemagglutinin tipe 1 dan neuraminidase tipe 1.

Etiologi

Flu babi merupakan penyakit yang disebabkan virus influenza Famili Orthomyxoviridae tipe A subtipe H1N1 yang dapat ditularkan oleh binatang, terutama babi, dan ada kemungkinan menular antarmanusia.

Virus ini erat kaitannya dengan penyebab swine influenza, equine influenza dan avian influenza (fowl plaque). Ukuran virus tersebut berdiameter 80- 120 nm. Selain influenza A, terdapat influenza B dan C yang juga sudah dapat diisolasi dari babi. Sedangkan 2 tipevirus influenza pada manusia adalah tipe A dan B. Kedua tipe ini diketahui sangat progresif dalam perubahan antigenik yang sangat dramatik sekali (antigenik shift) (Devi, 2012)

Faktor risiko & Cara Penularan

Karena H1N1 ini adalah virus baru, semua orang memiliki risiko.  Pekerja layanan kesehatan yang terlibat langsung menangani pasien memiliki risiko khusus terkena flu H1N1. Mahasiswa dan pelajar di sekolah atau tempat penitipan anak juga memiliki risiko tinggi. Anak-anak mudah terkena virus ketika di sekolah atau saat berkumpul bersama teman-temannya.

Penularan dari flu babi dapat terjadi melalui dua jalur. Jalur pertama melalui kontak dengan babi terinfeksi atau lingkungan terkontaminasi dengan virus flu babi. Jalur kedua melalui kontak dengan seseorang yang terinfeksi dengan virus flu babi. Penularan manusia ke manusia dari flu babi juga telah dilaporkan dan diperkirakan terjadi pada jalur yang sama seperti halnya flu musiman. Influenza diperkirakan menular dari manusia ke manusia melalui batuk atau bersin oleh orang yang terinfeksi.

Masa inkubasinya tiga sampai lima hari. Flu babi dapat menyebar dengan cepat sekali.Virusnya dapat ditularkan dari babi ke manusia tetapi juga sebaliknya. Maka dari itu, sebagian besar reservoirnya adalah manusia dan babi

Orang yang menderita flu babi menurut para ahli akan tetap menularkan penyakitnya sampai hari ketujuh. Jika sampai hari ketujuh ternyata penyakitnya belum membaik maka dianggap orang tersebut masih dapat menularkan penyakitnya sampai gejala flu benar hilang. Anak-anak khususnya balita memiliki potensi waktu  penularan yang lebih panjang. Jika pasien dirawat dirumah maka dianjurkan untuk tidak keluar rumah dahulu sampai penyakit yang diderita benar-benar sembuh kecuali bersangkutan segera kedokter atau rumah sakit. (Ishatmini, 2012)

Patofisiologi Flu Babi

Masa inkubasi flu babi pendek, antara 1 – 3 hari atau tiga sampai 5 hari. Perjalanan alamiah penyakit flu babi terjadi dengan beberapa fase yaitu fase suseptibel, fase presimtomatis, fase klinis dan fase ketidakmampuan.

  • Fase suseptibel
    Pada fase ini penyakit belum terjadi (keadaan patologis belum terjadu), tetapi sudah muncul beberapa faktor resiko yang memudahkan timbulnya penyakit. Para orang-orang seperti peternak, pedagang yang melakukan kontak langsung dengan babi yang berisiko terjangkitnya flu babi,seperti tidak menggunakan masker saat bersama hewan tersebut, tidak mencuci tangan sebelummakan setelah bersentuhan dengan hewan yang terjangkit, atau mengkonsumsidaging babi yang tidak matang sempurna tetapi tidak semua babi dapat menularkan virus tersebut. Virus ini mudah sekali menyerang manusia apalagi jika kondisi badan seseorang sedang tidak baik, apalagi didukung dengan kondisi cuaca yang kurang baik.
  • Fase presimtomatis
    Pada fase ini penyakit sudah terjadi secara klinis belum tampak, namun sudah terjadi perubahan patologis.Pada fase ini merupakan masa inkubasi atau dimana agent mulai melakukan perkembangan dalam tubuh (host), namun belum menunjukkan gejala anatomis dan fungsi kerja tubuh. Misalnya penderita telah menderita virus H1N1 tetapi belum disadari oleh penderita atau belum menunjukkan gejala salah satu cara mengetahuinya adalah dengan memeriksa ada tidaknya antibody karena tubuh akan selalu membentuk antibody apabila ada benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
  • Fase klinis
    Pada fase ini sudah ada perubahan-perubahan anatomis dan fungsi dari tubuh, sehingga sudah memberikan gejala yang sudah mulai timbul.Gejala influenza ini mirip dengan influenza.Gejalanya seperti demam, batuk, sakit kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin dan lemas lesu.Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda dan gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Selain itu diagnose bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji makmal bagi contoh pernapasan agar hasil diagnose menjadi lebih akurat.
  • Fase ketidakmampuan
    Pada fase ketidak mampuan orang menderita flu babi akan diisolasi agar virus tidak mengalami penyebaran keluar, selain itu para petugas kesehatan juga menggunakan alat pelindung agar virus yang ada diruangan pasien tersebut tidak keluar. Pada fase ini penderita hanya memiliki dua kemungkinan yaitu sembuh total atau meninggal ini dikarenakan masa inkubasi flu babi yang sangat cepat.

Manifestasi Klinis

Tanda dan gejala flu babi menurut Capernito danLinda juall (2001) yaitu umumnya mirip dengan kebanyakan infeksi influenza

  1. Demam (38 ̊ C atau lebih )
  2. Batuk
  3. Nyeri tenggorokan
  4. Sekresi hidung berlebihan
  5. Keletihan
  6. Sakit kepala
  7. Mual
  8. Muntah
  9. Diare
  10. Nyeri otot dan tulang
  11. Sakit tenggorokan
  12. Menggigil dan lemas
  13. Tidak nafsu makan
  14. Bersin – bersin
  15. Rasa lemas dan letih

Tanda dan gejala lain pada anak-anak :

  1. Nafas terengah-engah
  2. Kulit menjadi kehitaman / keabuan
  3. Malas minum
  4. Muntah-muntah
  5.  Tidak bisa bangun dan berinteraksi dengan baik
  6. Tidak mau disentuh
  7. Terkadang gejala hilang tetapi demam & batuk masih ada   

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel Penyakit Flu Babi Yuk Simak Penjelasannya!. Terima Kasih

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: