Post partum Blues dan Pathway

Post partum Blues dan Pathway merupakan artikel yang akan maimelajah.com bahas pada kesempatan kali ini. Persalinan merupakan proses yang fisiologis. Setelah bayi lahir dan plasenta lahir ibu memasuki masa nifas. Pada masa ini ibu akan mengalami banyak perubahan baik secara fisik maupun psikologisnya. Pada masa inipun terjadi perubahan peran dari ibu hamil menjadi memiliki anak. Masa perubahan peran ini diebut taking in terjadi 1 – 2 hari setelah melahirkan, dimasa ini ibumasih sibuk merawat dirinya. Setelah itu memasuki masa mulai melepaskan diri dari peran hamil. Ia mulai tertarik merawat anaknya dan belajar mengenai bayinya dan masa ini dikenal dengan masa taking hold. Selanjutnya ia mulai merawat anaknya dan memiliki persepsi yang lebih luas terhadap bayinya dan masa ini dinamakan taking go.

Namun karena factor hormonal serta beberapa factor yang lain si ibu merasa menjadi murung, mudah lupa, gelisah. Hal inilah yang kita kenal dengan post partum blue. Sekitar 40 – 50% wanita yang baru saja melahirkan mengalami post partum blues. Dan jika hal ini berlarut – larut akan  menjadikan ibu memasuki stress dan bahkan sampai depresi baik ringan maupun berat.Terlebih jika ibu tidak memiliki coping yang positif maka hal ini akan memperberat keadaanya. Apabila hal ini tidak diperhatikan oleh keluarga dan petugas kesehatan termasuk perawat akan dapat mengganggu kesehatan baik ibu maupun bayi.

PENGERTIAN

  1. Post partum blues adalah gangguan mood menetap yang terjadi pada hari ke dua atau ketiga setelah ia melahirkan.
  2. Post partum blues adalah gejala psikiatrik yang muncul pada wanita pada minggu pertamanya setelah ia baru saja melahirkan, gejala yang muncul dapat berupa depresi baik ringan maupun berat.
  3. Menurut dr. soetjipto SpKj pada ‘Visit JP’ mengatakan bahwa post partum blues merupakan depresi pasca persalinan dimana wanita tersebut menjadi cepat murung, mudah lupa, merasa kehilangan, cepat lelah, mudah tersinggung.
  4. Post partum blues merupakan depresi yang gejalanya hamper sama dengan saat prahaid. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan hormonal, adanya proses involusi, dan ibu kurang tidur serta lelah karena mengurus bayi, dan sebagainya.

ETIOLOGI

Beberapa  factor yang menyebabkan antara lain :

  1. Factor hormonal  akibat meningkatnya estrogen dan progresteron.
  2. Factor keluarga, kurang perhatian dari suami dan keluarga terhadapnya baik masa hamil atau saat bersalin.
  3. Factor ibu, hal ini dapat menimpa pada ibu dengan usia yang masih muda maupun terlalu tua saat hamil.
  4. Factor psikologis ibu, seperti tidak adanya kesiapan memiliki anak, belum ada kesiapan untuk bersalin seperti pada bayi prematus.
  5. Factor social ekonomi, pada tingkat sosia ekonomi yang rendah sehingga mengakibatkan keterbasan kemampuan dalam koping dan perawatan diri serta informasi yang kurang.
  6. Kehamilan yang tidak diinginkan, hal ini akan berakibat pada kurang minatnya ibu terhadap bayinya.
  7. Kelahiran cacat, hal ini juga dapat merupakan factor penyebab sebab bayi yang ia idamkan ternyata memiliki kecatatan sehingga ibu kurang peduli dan cenderung sedih.
  8. Riwayat penyakit psikotik yang lain, hal ini berhubungan dengan cara koping ibu terhadap stress yang dialami.

TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala yang mungkin muncul seperti :

  • Involusi
  • Perubahan hormonal
  • Kurang tidur
  • Kelelahan
  • Kecemasan
  • Nyeri
  • Koping ibu yang tidak tepat
  • Keluar dari realita
  • Gelisah
  • Mudah tersinggung
  • Menangis tanpa alasan
  • Kekhawatiran ibu terhadap bayinya
  • Ketidaknyamanan pada payudara
  • Kesulitan laktasi
  • Menyendiri dan apatis
  • Sulit konsentrasi

Unduh Materi

Materi lengkap tentang Post partum Blues dan Pathway dapat di unduh pada link berikut ini : BLUES FULL

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: