Pada kesempatan kali ini maimelajah.com akan membahas mengenai artikel Resiko Kehamilan pada Usia Dini (PRIMI MUDA). Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. (Ubaydillah, 2000).  

kehamilan usia muda

Resiko Tinggi Kehamilan pada Usia Muda

Risiko kehamilan pada ibu yang terlalu muda biasanya timbul karena mereka belum siap secara psikis maupun fisik. Secara psikis, umumnya remaja belum siap menjadi ibu. Bisa saja kehamilan terjadi karena “kecelakaan”. Akibatnya, selain tidak ada persiapan, kehamilannya pun tidak dipelihara dengan baik. Kondisi psikis yang tidak sehat ini dapat membuat kontraksi selama proses persalinan tidak berjalan lancar sehingga kemungkinan operasi sesar lebih besar.

Risiko fisiknya pun tak kalah besar karena beberapa organ reproduksi remaja putri seperti rahim belum cukup matang untuk menanggung beban kehamilan. Bagian panggul juga belum cukup berkembang sehingga bisa mengakibatkan kelainan letak janin. Kemungkinan komplikasi lainnya adalah terjadinya keracunan kehamilan/preeklamsia dan kelainan letak plasenta (plasenta previa) yang dapat menyebabkan perdarahan selama persalinan. Risiko yang bisa terjadi:

1. Keguguran

Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. misalnya : karena terkejut, cemas, stres.

2. Persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.

Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksi terutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. Cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, pengetahuan akan asupan gizi rendah, pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang, keadaan psikologi ibu kurang stabil. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal, seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.

3. Mudah terjadi infeksi

Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.

4. Anemia kehamilan / kekurangan zat besi

Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada ibu hamil. Fungsi gizi pada ibu hamil adalah untuk menjaga kesehatan ibu, pertumbuhan organ janin, kelancaran persalinan dan mempersiapkan produksi ASI. Tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah merah janin dan plasenta.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis

Keracunan Kehamilan (Gestosis).

Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.

Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain:

Bagi Ibu

  1. Perdarahan
    Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim), proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.
  2. Kemungkinan keguguran / abortus.
    Disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja, baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.
  3. Persalinan yang lama dan sulit.
    Penyebab dari persalinan lama dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul, kelainan kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salah
  4. Kematian ibu.
    Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.

Dari bayinya :

  1. Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.
    Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.
  2. Berat badan lahir rendah (BBLR)
    Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.500 gram. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil, umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.
  3. Cacat bawaan
    Agar kesakitan, kecacatan bahkan kematian pada ibu atau bayinya tidak terjadi dibutuhkan upaya pencegahan proaktif sejak awal kehamilan, selama kehamilan serta menjelang persalinan. Hal ini harus dilakukan bersama-sama oleh tenaga kesehatan, wanita hamil, suami, keluarga serta masyarakat.

Agar risiko berkurang, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan ibu dan keluarga jika hamil pertama di usia rawan, yaitu:

  1. Konsultasikan kehamilan pada ahlinya karena ibu yang hamil di usia rawan memerlukan pengawasan khusus selama kehamilan dan pada proses persalinan. Sebaiknya ibu ditangani dokter spesialis dan bukan bidan atau dokter umum. Bila kondisi tidak memungkinkan, setidaknya ibu pernah satu­ dua kali berkonsultasi dengan dokter spesialis agar mendapat pemeriksaan yang khusus dan teliti, seperti pemeriksaan panggul, tekanan darah dan pemeriksaan USG.
  2. Proses persalinan sebaiknya dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas yang memenuhi standar. “Rumah sakit yang tidak memiliki NICU (Neonatal Intensive Care Unit) tentu tak dapat memberikan fasilitas yang memadai bagi bayi yang lahir prematur. Padahal risiko ini bisa terjadi pada ibu yang hamil di usia rawan. Sarana dan prasarana yang baik juga berguna bila terjadi suatu kelainan pada proses persalinan, misalnya ibu mengalami perdarahan.
  3. Berkonsultasi dengan ahli gizi. Terutama untuk ibu yang hamil di usia sangat muda. Umumnya, pengetahuan kehamilan yang dimiliki masih kurang sehingga pola makannya pun kurang baik, misalnya meskipun hamil dia tetap mengonsumsi junk food. Di sinilah ahli gizi berperan membimbing pola makannya agar menjadi lebih baik. Pola makan yang baik dapat menghindari anemia, hipertensi dan diabetes pada ibu hamil.
  4. Lakukan tes amniosentesis pada awal kehamilan bagi wanita berusia 35 tahun atau lebih pada kehamilan pertama untuk menemukan kemungkinan sindrom down dan abnormalitas kromosom lain.
  5. Penuhi konsumsi 0,4 miligram asam folat setiap hari selama 3 bulan sebelum kehamilan (pada kehamilan yang direncanakan). Bila tidak, asam folat bisa diberikan pada 3 bulan pertama kehamilan untuk mengejar ketinggalan kebutuhannya.
  6. Lakukan aktivitas untuk menjaga kondisi fisik selama hamil. Senam hamil pun sangat disarankan untuk mempelancar proses persalinan. Terakhir, pasrahkan semua kepada kekuasan-Nya. 

Bayi Sungsang

Letak janin bergantung pada proses adaptasinya di dalam rahim. Jadi, tak perlu khawatir jika posisi sungsang terjadi di bawah usia kehamilan 32 minggu. Pada usia kehamilan ini, jumlah air ketuban relatif lebih banyak sehingga janin masih dapat bergerak bebas. Dari yang posisinya sungsang kemudian berputar menjadi melintang lalu berputar lagi sehingga posisi kepala di bagian bawah rahim. Pada kehamilan belum cukup bulan frekuensi letak sungsang menjadi lebih tinggi. Memasuki usia kehamilan 37 minggu ke atas, posisi sungsang sudah sulit untuk berubah karena bagian terendah janin sudah masuk ke pintu atas panggul. Namun semestinya di trimester ketiga, bokong janin dengan tungkai terlipat yang ukurannya lebih besar daripada kepala akan menempati ruangan yang lebih besar yakni di bagian atas rahim. Sedangkan kepala berada dalam ruangan yang lebih kecil, di segmen bawah rahim.

Penyebab bayi sungsang ada dua, yaitu:

  1. Faktor janin, mungkin karena ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan ruangan rahim ibu. Akibatnya janin bebas berputar, baik ke atas maupun ke bawah. Di Indonesia, bila berat bayi di bawah 3 kg dan ibunya telah beberapa kali melahirkan, ada kemungkinan akan menjadi sungsang. Sebaliknya, bila si bayi terlalu besar dan posisi kepala masih di atas. Pada saat kepala akan melewati panggul menuju posisi normal, akhirnya terpental kembali karena ruangan panggul ibu terlalu sempit sehingga kepala bayi sulit berputar ke arah bawah. Pada kasus bayi kembar, kemungkinan sungsang menjadi lebih besar sebab janin yang kepalanya berputar ke arah bawah lebih dulu akan membuat rongga panggul ibu susah dilalui janin kembarannya.
  2. faktor ibu, antara lain karena bentuk rahim yang tidak normal, panggul sempit, air ketuban yang terlalu banyak, adanya tumor, plasenta di bawah, dan lainnya.

Mengatasi bayi sungsang:

1. Menungging

Menungging seperti waktu sujud, atau disebut juga knee-chest position (lutut menempel pada dada). Posisi sujud tetapi dada harus menempel ke matras atau kasur atau lantai.Agar tidak sesak kepala menoleh ke kanan atau kiri. Dengan cara ini diharapkan bokong janin akan lepas atau menjauhi pintu panggul atas sehingga janin dapat berputar dengan mudah. Posisi knee-chest ini sebaiknya dilakukan secara rutin 3x/hari, masing-masing selama 10 menit. Latihan ini efektif jika dilakukan sampai usia kehamilan 34 minggu (pada kehamilan pertama) sampai 36 minggu (kehamilan kedua dan seterusnya).

2. Cara versi luar (externalcephalic versin/ECV)

Cara versi luar (externalcephalic versin/ECV). Sesuai dengan namanya, versi luar adalah tindakan mengubah posisi janin sungsang dari luar tubuh ibunya. Cara manual dari luar perut apabila kehamilan sudah memasuki minggu ke-34 sampai -36. Setelah 36 minggu janin menjadi lebih tidak banyak bergerak sehingga kemungkinan berhasilnya tindakan ini menjadi lebih kecil. Namun, kalau berhasil, posisi janin tidak akan berubah lagi. Cara ini (versi luar) sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan yang sudah berpengalaman. Hal ini dikarenakan memutar posisi janin dari luar dapat membahayakan nyawa janin

3. Senam hamil

Senam hamil dilakukan untuk memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul, ligamen dan jaringan serta jaringan ikat yang berperan dalam mekanisme persalinan, melenturkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses persalinan, membentuk sikap tubuh yang prima sehingga dapat membantu mengatasi keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi sesak napas, menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan dan dapat mengatur diri pada ketenangan

4. Music

Menempelkan earphone dengan lagu-lagu di bagian bawah perut sesering mungkin. Earphone diletakkan dibawah perut, persis diatas vagina sehingga harapannya kepala bayi akan memutar ke arah sumber musik

5. Menempelkan sesuatu yang dingin-dingin di bagian pantat bayi

Menempelkan sesuatu yang dingin-dingin di bagian pantat bayi (perut ibu bagian atas) yang bertujuan membuat bayi menghindar dari rasa dingin sehingga memutar ke bawah. Cara konsentrasi dan sering bicara sama bayi agar posisinya memutar. Ibu membayangkan posisi bergerak memutar dari atas ke bawah. Hal ini dilakukan karena pengaruh ikatan batin yang erat.

Unduh Materi

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel Resiko Kehamilan pada Usia Dini (PRIMI MUDA). Untuk materi Resiko Kehamilan pada Usia Dini (PRIMI MUDA) dapat di Unduh pada Link sebagai berikut : risiko kehamilan muda.doc

Artikel SebelumnyaMengenal Istilah Post Partum
Artikel SelanjutnyaApa itu Perdarahan Postpartum?
Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini