Hai Sobat maimelajah.com, tahukah kalian hampir semua perangkat komputasi atau perangkat elektronik yang ada di sekitar kita sebagian besar sudah tertanam sistem komputer. Sistem komputer tersebut disebut dengan embedded system. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai artikel “Mengenal Tentang Embedded System” atau bisa disebut tentang sistem tertanam. Apakah Embedded System atau sistem tertanam yang dimaksud pada artikel ini? akan kami jelaskan secara lengkap pada penjelasan dibawah.

#Pengertian Embedded System

Embedded System atau disebut dengan sistem tertanam merupakan sistem komputer yang khusus dirancang untuk menjalankan tugas tertentu dan sistem tersebut tertanam dalam satu kesatuan sistem. Kata embedded menunjukkan bagian yang tidak dapat berdiri sendiri. Embedded System biasanya diimplementasikan dengan menggunakan perangkat mikrokontroler, sistem embedded dapat memberikan respon yang bersifat real time dan banyak digunakan pada peralatan digital seperti saat ini.

Seperti contoh :

  1. Jam tangan digital
  2. Anjungan tunai mandiri (ATM)
  3. Peralatan jaringan komputer (Switch, Hub)
  4. Kalkulator
  5. Disk Drive
  6. Peralatan Kesehatan
  7. Kulkas
  8. Televisi
  9. Telepon
  10. Kamera Digital
  11. Dan lain sebagainya
Mengenal Tentang Embedded System
Embedded System pada jam tangan

Sistem Embedded mempunyai tiga komponen diantaranya :

  1. Memiliki Hardware
  2. Memiliki Software dan Firmware
  3. Memiliki sistem operasi waktu nyata atau Real Time Operating System (RTOS) yang mengawasi perangkat lunak aplikasi dan menyediakan mekanisme untuk membiarkan processor menjalankan proses sesuai penjadwalan dengan mengikuti rencana untuk mengontrol latensi. RTOS mendefinisikan cara sistem bekerja. RTOS menetapkan aturan selama pelaksanaan program aplikasi. Sistem embedded skala kecil mungkin tidak memiliki RTOS

#Kategori Embedded System

Berdasarkan fungsi dan performasinya embedded system dapat dikategorikan sebagai berikut, yaitu :

1. Embedded System Stand Alone (Berdiri Sendiri)

Yang dimaksud dengan stand alone disini yaitu dimana embedded system ini dapat bekerja sendiri. Embedded system ini dapat menerima input digital maupun analog, melakukan kalibrasi, konversi, pemrosesan data lalu menghasilkan output data ke peripheral output contohnya display LCD

contoh yang termasuk kategori stand alone adalah konsol video game, mp3 player, dan kamera digital

2. Embedded System Real Time

Dapat dikatakan sebagai embedded system real time jika waktu respon merupakan hal yang sangat penting. Ada 2 tipe embedded system real time diantaranya yaitu :

a. Embedded System Hard Real Time

Embedded System ini jika dalam pengoperasian pengerjaan melebihi waktu yang telah ditentukan dapat mengakibatkan kegagalan yang fatal dan dapat menyebabkan kerusakan pada alat. Sustem ini memiliki batasan waktu respon yang sangat kritis, yaitu dalam milidetik bahkan dapat lebih singkat lagi. Dalam kehidupan sehari-hari embedded system ini dapat kita jumpai, contohnya saja kontrol kantong udara pada mobil.

Embedded system ini harus dapat bekerja dengan batasan waktu yang sangat tepat, pemilihan chip dan RTOS sangatlah penting pada embedded system real time ini

b. Embedded System Soft Real Time

Untuk embedded system ini keterlambatan waktu respon dapat ditoleransi pada batas yang tertentu. Keterlambatan respon akan menyebabkan performansi menurun, namun sistem dapat terus berjalan/ beroperasi. Contoh alat dengan sistem ini dalam kehidupan sehari-hari adalah microwave dan mesin cuci

3. Networked Embedded System

Sistem embedded jaringan ini menghubungkan jaringan dengan interface network ke sumber akses. Jenis jaringan yang menghubungkan bisa berupa Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN) atau internet.

#Struktur Dasar Sistem Embedded

Mengenal Tentang Embedded System
sumber : barki.uma.ac.id
  1. Sensor : Alat ini mengukur kuantitas fisik dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dapat dibaca oleh pengamat atau oleh instrumen elektronik seperti konverter A2D. Sensor menyimpan jumlah yang diukur ke memori
  2. A-D Converter : Konverter analog ke digital mengubah sinyal analog yang dikirim oleh sensor menjadi digital
  3. Processor & ASICs : Processor memproses data untuk mengukur output dan menyimpannya ke memory
  4. D-A Converter : Konverter digital ke analog mengubah data digital yang dikirim oleh prosesor ke data analog
  5. Aktuator : Aktuator membandingkan output yang diberikan oleh konverter D-A dengan output aktual yang diharapkan yang tersimpan di dalamnya dan menyimpan output yang disetujui

#Kekurangan dan Kelebihan Embedded System

Kelebihan

  1. Mudah untuk disesuaikan
  2. Konsumsi daya yang rendah
  3. Biaya relatif rendah
  4. Adanya peningkatan kinerja

Kekurangan

  1. Upaya pengembangan yang tinggi
  2. Memakan waktu yang lama untuk memasarkan

#Penutup

Demikian penjelasan dari artikel Mengenal Tentang Embedded System. Semoga artikel ini dapat membantu adik-adik serta teman-teman yang sedang belajar tentang embedded system. Akhir kata kami dari maimelajah.com mengucapkan terima kasih

Artikel SebelumnyaPengertian dari Windows Explorer
Artikel SelanjutnyaCara Membuat Grafik pada Word 2016

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini