Bagaimana Jika Balita Susah Makan?

Anda mempunyai masalah dengan pola makan anak yang masih balita? Jangan Anda merasa stress atau bingung, tidak hanya Anda hal ini juga dialami oleh para ibu yang mempunyai anak balita. Perlu kiat khusus agar balita tidak susah makan karena bila kebiasaan susah makan dibiarkan pasti akan berdampak pada kesehatan balita. Anak usia balita atau di bawah lima tahun, pada usia ini anak cenderumg lebih memilih bermain daaripada makan. Selain itu pada usia balita merupakan masa peralihan dari makanan pendamping ASI ke makanan orang dewasa. Namun sebaiknya pemberiannya juga bertahap sesuai dengan kemampuan pencernaan balita. Ayo kita simak artikel maimelajah.com yang berjudul Bagaimana Jika Balita Susah Makan? sebagai berikut :

Tahapan Asupan Makanan pada Balita

Bayi mendapat makanan berupa ASI selama 6 bulan kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI. Setelah 6 bulan kebutuhan anak akan gizi untuk pertumbuhan semakin bertambah sehingga ASI saja tidak cukup. Seiring bertambahnya usia kemampuan pencernaan anak semakin meningkat. Tahap selanjutnya seorang anak dikelompokkan menjadi anak usia batita (1 – 3 tahun) dan prasekolah (4 – 5 tahun). Batita merupakan konsumen pasif artinya dia masih menerima saja makanan yang diberikan orang tuanya. Berikan makan dalam porsi kecil dengan frekuensi sering (7 – 8 kali) sehari terdiri dari 3 kali makan besar, 2 – 3 kali makan selingan, dan 3 – 4 kali minum susu.

Berbeda dengan anak prasekolah adalah konsumen aktif sehingga dia sudah bisa menentukannya sendiri. Aktivitasnya juga lebih tinggi sehingga kebutuhan energinya lebih banyak dari batita. Oleh karena itu porsi makan diperbesar daripada batita dengan frekuensi diturunkan menjadi 5 – 6 kali sehari, terdiri dari 3 kali makan besar, 2 kali makan selingan dan susu 2 kali sehari atau bisa juga dicampur dengan makanan.

Bagaimana Jika Balita Susah Makan

Kiat Mengatasi Balita Susah Makan

Usia balita adalah masa peralihan makanan dari makanan pendamping ASI ke makanan orang dewasa. Perhatikan porsi, jenis bahan makanannya serta kandungan gizi karena kemampuan sistem pencernaan anak belum sempurna seperti layaknya orang dewasa. Pola makan harus berpedoman terhadap pola menu seimbang dan bahan makanan sebaiknya dipilih yang tidak memicu alergi. Hindari memberikan makanan dengan bumbu terlalu tajam karena bisa mengganggu pencernaan anak.

Memperkenalkan berbagai macam makanan harus dilakukan sejak dini. Makanan bergizi merupakan salah satu faktor penentu tercapainya pertumbuhan dan perkembangan optimal di masa balita. Apalagi pada masa ini perkembangan otak masih berlangsung. Bukan hal yang mudah untuk mencukupi gizi seimbang pada anak pasalnya anak sering susah makan bila hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama pastinya pertumbuhan dan perkembangan fisiknya akan terganggu

Bagaimana tips untuk menanggulanginya?

  1. Berikan balita makanan sesuai dengan tahap makanannya. Pada usia ini balita mulai diberi makanan  keluarga dan meninggalkan makanan bayinya.
  2. Berikan makan secara perlahan sedikit demi sedikit tetapi sering. Jangan paksakan anak karena akan membuat anak trauma dan tidak menyukai makanan itu seumur hidupnya.
  3. Balita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Untuk menarik minat makannya, libatkan dia untuk menyiapkan makanannya sendiri, sekaligus mengenalkan makanan yang dimakan.
  4. Variasikan jenis makanan yang diberikan. Hindari memberikan makanan yang itu – itu saja. Makanan baru bisa membuat anak lebih bersemangat makan.
  5. Sajikan makanan semenarik mungkin. Tidak hanya bentuk, tapi juga tekstur, rasa dan warna.
  6. Gunakan piranti saji dengan bentuk dan warna yang menarik. Pilih piranti berlabel food grade sehingga aman dan tidak mencemari makanan bayi.
  7. Ajaklah anak makan dengan pendekatan yang baik, tanpa memaksa. Gunakan nada lembut dan jelaskan arti penting makanan buatnya.
  8. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan, bisa dengan mendongeng, mendengarkan musik atau mengajak makan bersama teman – temannya.
  9. Kontrol pemberian kudapan dan susu di antara jam makan. Jika kelebihan bisa membuat anak masih merasa kenyang saat memasuki jam makan.
  10. Hindari kudapan yang rasa manis dan asinnya berlebihan karena membuat anak banyak minum sehingga anak sudah kenyang sebelum mengkonsumsi makanan utamanya.
  11. Hindari pemberian air putih yang berlebihan. Air putih baik untuk memenuhi cairan dalam tubuh, tetapi tidak mengandung nilai gizi. Jangan sampai air putih menggantikan susu yang kaya gizi.
  12. Beri kesempatan pada anak untuk memilih menu yang disukai. Gantilah jika anak bilang tidak menyukai makanan itu dan tanyakan jenis makanan apa yang diinginkan.
  13. Selalu gunakan pendekatan yang lembut, tanpa ancaman dan hukuman. Hal ini bisa menyebabkan anak protes, misalnya dengan melakukan aksi mogok makan.

Biasakan Makan Sayur

Banyak anak yang tidak suka makan sayur dan terbawa sampai dewasa. Padahal sayuran adalah sumber mineral dan vitamin yang menunjang pertumbuhan dan memelihara kesehatan tubuh. Di dalamnya juga terdapat serat makanan yang baik untuk memperlancar pencernaan dan mencegah kegemukan anak. Untuk menghindari dan mengatasi kesulitan makan sayuran ikuti tips berikut :

  1. Terapkan tahapan makanan yang benar sejak bayi. Mulai usia 6 bulan, bayi sudah diberi bubur lembut. Di tahapan inilah, orang tua bisa memperkenalkan aneka sayuran. Dengan demikian, memori anak akan mengingat rasa sayuran seiring dengan pertambahan usianya.
  2. Jika anak sudah terlanjur tidak suka sayur, kreatiflah memvariasikan hidangan yang berbahan sayuran. Tidak harus anak makan sayuran dalam bentuk tunggal, bisa juga sayuran dimasak bersama dengan bahan makanan yang digemari anak, misalnya dengan dibuat, sandwich, isi roti burger, cake, cookies, dicampur puding, nugget atau rolade sayuran.
  3. Percantik dan variasikan tampilan sayuran. Seperti memotong sayuran cetakan aneka bentuk binatang. Dengan cara ini anak akan lebih tergugah selera makannya.
  4. Di saat makan, cobalah sambil bercerita tentang pentingnya mengkonsumsi sayuran. Gunakan baasa yang lembut dan mudah dipahami. Lambat laun anak akan mengerti dan mau makan sayur dengan sendirinya.

Kiat Mengatasi Balita Susah Minum Susu

Susu merupakan penyempurna kebutuhan nutrisi balita yang sangat penting. Baik untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita. Minuman ini merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang tidak boleh ditinggalkan dalam menu keseharian balita. Namun, banyak orang tua yang mengeluh karena balitanya menolak diberi susu. Kiat mengatasi balita susah minum susu :

  1. Jangan hanya berikan susu yang berwarna putih. Apalagi saat ini rasa dan tampilan susu beranekaragam, seperti coklat, strowberi, melon atau jeruk sehingga balita punya pilihan untuk memilih rasa susu kegemarannya.
  2. Kreasikan susu menjadi makanan dalam bentuk lain sehingga si kecil seolah tidak dipaksa untuk meminumnya. Susu bisa dimasukkan ke dalam olahan makanan lain, seperti dibuat cream soup, macaroni schotel, menjadi campuran cake, crepe, kue atau dibuat puding.
  3. Susu bisa diberikan dalam bentuk cair atau bubuk. Untuk mendapatkan satu gelas susu (200 ml) diperlukan 25 gr susu bubuk atau setara dengan 3 sendok makan susu bubuk.
  4. Perhatikan reaksi anak, karena tidak semua balita cocok diberikan susu sapi. Anak yang mengalami gangguan pencernaan akibat susu, seperti laktosa intoleran perlu diberikan susu jenis yang lain, seperti susu kedelai sebagai alternatif lain sumber protein.

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel Bagaimana Jika Balita Susah Makan?. Terima Kasih

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

2 tanggapan untuk “Bagaimana Jika Balita Susah Makan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: