Pada kesempatan kali ini maimelajah.com akan membahas mengenai artikel Diare pada Anak dan Pathway. Diare merupakan salah satu penyakit yang tidak bisa dianggap remeh, kenapa? karena jika tidak ditangani dengan benar maka dehidrasi pasca diare akan berakibat fatal. Diare dapat menyebabkan kematian. Dimana terdapat banyak kasus kematian anak disebabkan karena diare. Nah, untuk mengenal lebih jauh mengenai diare, akan kami ulas pada artikel Diare pada Anak dan Pathway dibawah ini :

Pengertian

  • Menurut Haroen N, S. Suraatmaja dan P.O Asdil (1998), diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah atau lendir dalam tinja.
  • SedangkanĀ  menurut C.L Betz & L.A Sowden (1996) diare merupakan suatu keadaan terjadinya inflamasi mukosa lambung atau usus.
  • Menurut Suradi & Rita (2001), diare diartikan sebagai suatu keadaan dimana terjadinya kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi buang air besar satu kali atau lebih dengan bentuk encer atau cair.
  • Diare adalah gejala kelainan pencernaan, absorbsi dan fungsi sekresi (Wong, 2001 : 883).
  • Diare adalah pasase feses dan konsistensi lunak atau cair, sering dengan atau tanpa ketidaknyamanan yang disebabkan oleh efek-efek kemoterapi pada apitelium (Tusker, 1998 : 816).
  • Diare adalah kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui tinja (Behiman, 1999 : 1273).
  • Diare adalah keadanan frekuensi air besar lebih dari empat kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau adapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja (Ngastiyah, 1997 : 143).
  • Diare mengacu pada kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi dengan bagian feces tidak terbentuk (Nettina, 2001 : 123)
  • Jadi diare dapat diartikan suatu kondisi, buang air besar yang tidak normal yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang encer dapat disertai atau tanpa disertai darah atau lendir sebagai akibat dari terjadinya proses inflamasi pada lambung atau usus

Etiologi

Menurut Haroen N.S, Suraatmaja dan P.O Asnil (1998), ditinjau dari sudut patofisiologi, penyebab diare akut dapat dibagi dalam dua golongan yaitu:

a. Diare sekresi (secretory diarrhoe), disebabkan oleh:

  1. Infeksi virus, kuman-kuman patogen dan apatogen seperti shigella, salmonela, E. Coli, golongan vibrio, B. Cereus, clostridium perfarings, stapylococus aureus, comperastaltik usus halus yang disebabkan bahan-bahan kimia makanan (misalnya keracunan makanan, makanan yang pedas, terlalau asam), gangguan psikis (ketakutan, gugup), gangguan saraf, hawa dingin, alergi dan sebagainya.
  2. Defisiensi imum terutama SIGA (secretory imonol bulin A) yang mengakibatkan terjadinya berlipat gandanya bakteri/flata usus dan jamur terutama canalida.

b. Diare osmotik (osmotik diarrhoea) disebabkan oleh:

  1. Malabsorpsi makanan : karbohidrat, lemak (LCT), protein, vitamin dan mineral.
  2. Kurang kalori protein.
  3. Bayi berat badan lahir rendah dan bayi baru lahir.

Sedangkan menurut Ngastiyah (1997), penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu :

a. Faktor infeksi

  1. Infeksi enteral
    Merupakan penyebab utama diare pada anak, yang meliputi: infeksi bakteri, infeksi virus (enteovirus, polimyelitis, virus echo coxsackie). Adeno virus, rota virus, astrovirus, dll) dan infeksi parasit : cacing (ascaris, trichuris, oxyuris, strongxloides) protozoa (entamoeba histolytica, giardia lamblia, trichomonas homunis) jamur (canida albicous).
  2. Infeksi parenteral ialah infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti otitis media akut (OMA) tonsilitis/tonsilofaringits, bronkopeneumonia, ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur dibawah dua (2) tahun.

b. Faktor malaborsi

Malaborsi karbohidrat, lemak dan protein.

c. Faktor makanan

d. Faktor psikologis

Epidemologi

Kejadian diare di negara berkembang antara 3,5- 7 episode setiap anak pertahun dalam dua tahun pertama dan 2-5 episode pertahun dalam 5 tahun pertama kehidupan. Departemen kesehatan RI dalam surveinya tahun 2000 mendapatkan angka kesakitan diare sebesar 301/ 1000 penduduk, berarti meningkat dibanding survei tahun 1996 sebesar 280/ 1000 penduduk, diare masih merupakan penyebab kematian utama bayi dan balita.

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel Diare pada Anak dan juga Pathway. Untuk artikel lengkapnya dapat pada link dibawah ini. Terima kasih

Unduh Materi

Materi lengkapnya tentang Diare pada Anak dan juga Pathway dapat diunduh pada link berikut ini : diare

Artikel SebelumnyaPerawatan Bayi SPA Baby dan Panduannya
Artikel SelanjutnyaMasa Tumbuh Kembang Toddler
Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini