Keganasan Organ Intim Kaum Pria

Meskipun jarang organ intim pria juga dapat mengalami proses keganasan. Kali ini maimelajah.com akan membahas tentang keganasan organ intim kaum pria. Inilah yang banyak ditakutkan kaum adam. Salah satu factor pencetus adalah berhubungan intim dengan banyak pasangan. Meskipun angka kejadiannya relative kecil, kanker penis seringkali terlambat dalam penanganannya. Kondisi ini mungkin terjadi karena merasa malu, ketakutan, atau tidak peduli terhadap kesehatan. Diperkirakan sekitar 30% penderita kanker penis datang ke dokter urologi sudah terlambat hingga satu tahun. Dalam waktu tersebut mungkin saja kerusakan yang terjadi sudah parah dan terjadi penyebaran ke organ lain. Kadang saat pasien berobat ke dokter yang kurang mendalami masalah ini hanya diberikan obat anti nyeri  dan antibiotic karena dianggap seperti infeksi biasa. Penyakit ini sering terjadi pada pria berusia 60-80 tahun. Jarang terjadi pada pria yang melakukan khitan atau sirkumsisi terlebih jika khitan tersebut sudah dilakukan saat pria tersebut berusia dibawah 1 tahun.

Penyebab

Belum diketahui secara pasti penyebab keganasan organ intim dugaan diantaranya factor kotoran yang terdapat pada kulit pria  yang tidak disunat (dikenal dengan smegma). Dugaan lain adalah karena infeksi HPV (Human Papilloma Virus) yang didapat melalui hubungan intim. Sebuah penelitian menemukan bahwa pria yang mengalami kanker penis, kemungkinan pasangannya mengalami kanker leher rahim. Diketahui penyebab utama kanker leher rahim adalah infeksi HPV.

Merokok diduga menjadi salah satu factor penyebab kanker jenis ini. Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang pria yang merokok 10 batang perhari, kemungkinannya mengalami kanker penis sampai dengan 2.14% disbanding yang tidak merokok. Trauma pada penis juga dapat menjadi pemicu terjadinya kanker. Balanitis atau radang pada kepala penis yang berulang diduga juga menjadi salah satu penyebabnya.

Factor Risiko

Beberapa factor risiko terjadinya keganasan organ intim pria ini diantaranya :

  • Infeksi virus Human Papillomavirus, biasanya didapat dari penularan melalui hubungan intim berganti-ganti  pasangan.
  • Usia diatas 60 tahun
  • Penderita fimosis (bagian depan penis tertutup dengan kulit penis dan bagian kepala sulit dikeluarkan)
  • Tidak menjaga kebersihan daerah intim
  • Merokok

Bukan berarti orang yang memiliki factor diatas otomatis akan mengalami kanker penis, hanya saja risikonya lebih tinggi mengalami penyakit ini dibandingkan pria lain yang tidak memiliki risiko tersebut. Salah satu factor penting yang menurunkan risiko adalah sunat. Berdasarkan penelitian diketahui pria yang menjalani khitan berisiko lebih rendah mengalami HPV disbanding pria yang tidak disunat. Jenis paling sering keganasan di daerah ini adalah kanker sel skuamous, keganasan juga dapat terjadi pada kulit di daerah lain.

Pada awalnya tidak didapatkan keluhan berarti sehingga diabaikan oleh penderitanya. Seringkali penderita hanya memberikan pengobatan antibiotic atau antinyeri saja untuk mengatasi keluhannya, padahal pengobatan ini tidak menyelesaikan masalah. Dari data didapatkan bahwa pasien terlambat berkonsultasi dengan dokter sekitar 15-20% dengan demikian pengenalan dini terhadap gejala kanker dan konsultasi segera ke dokter merupakan cara terbaik mengatasi kanker ini. Kanker jenis ini jarang terjadi, namun karena sering tidak didiagnosis maka angka kematiannya relative tinggi dibandingkan dengan jenis kanker lain pada organ reproduksi pria. Sebagai gambaran di AS angka kematian akibat kanker penis adalah 310 orang dari 1250 orang penderita (24.5%). Sebagai perbandingan penderita kanker prostat yang mengalami  kematian lebih rentan, hanya sekitar 3%.

Gejala

Gejala kanker penis , terutama terdapat pada daerah kepala (glands) dan pada derah kulit yang menutupi penis (prepusium). Gejala yang berarti dapat berupa daerah kemerahan pada kepala atau pada lubang pengeluaran air seni (meatus). Awalnya seperti terjadi luka atau proses radang atau luka pada kepala penis yang tidak bisa diobati dengan pengobatan biasa. Lama kelamaan luka melebar hingga merusak daerah tersebut. Pada penderita fimosis, atau kulit penutup kepala penis terlalu sempit, kepala penis sulit dikeluarkan dapat menimbulkan masalah. Jika terdapat kelainan pada kepala penis yang merupakan awal dari gejala kanker, maka gejala tersebut akan ditutupi oleh kulit sehingga tidak terdeteksi sejak awal. Ketidaktahuan penderita juga disebabkan pada taraf awal gejala ini tidak menimbulkan rasa nyeri.

Selain merusak organ reproduksi sel kanker juga dapat menyebar ke kelenjar getah bening  pada daerah didekat organ reproduksi. Jika tidak ditangani akan terjadi penyebaran ke berbagai organ hingga mengakibatkan kerusakan kulit yang luas, infeksi lama (kronik) hingga mengakibatkan kematian akibat penyebaran kuman akibat adanya infeksi kronik.

Pemeriksaan

Untuk mengetahui  kelainan ini diperlukan berbagai pemeriksaan. Untuk kanker penis, tidak ada pemeriksaan laboratorium khusus sebagai penanda tumor. Pemeriksaan MRI dan ultrasonografi cukup penting untuk menentukan lokasi tumor, ada tidaknya penyebaran ke jaringan sekitar.

Pengobatan

Tujuan pengobatan kanker penis adalah membuang sel kanker, namun masih tetap mempertahankan keberadaan organ dalam hal fungsi dan kosmetik. Berbeda dengan kanker lain, yang dapat  saja dilakukan tindakan pengangkatan organ yang terkena. Tindakan pembedahan untuk membuang tumor merupakan pilihan pertama pada kanker jenis ini. Tumor yang hanya terdapat pada bagian kulit dan ukurannya kurang dari 2 cm, hanya dilakukan tindakan pembuangan (eksisi), sedangkan  jika sudah terdapat kelainan pada kepala penis (gland penis) mungkin dilakukan pengangkatan sebagian atau seluruhnya pada bagian ini. Dokter akan memberikan penjelasan kepada pasien, tindakan apa yang akan dilakukan berdasarkan kondisi yang dialami penderita. Jika dikhawatirkan sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening pada daerah sekitar kemaluan maka kelenjar bening juga ikut diangkat.

Perkembangan teknologi operasi sudah memungkinkan untuk membuang sel kanker namun tetap mempertahankan keberadaan organ ini. Setelah dilakukan operasi, tindakan selanjutnya adalah radioterapi  atau dilakukan penyinaran untuk membunuh sel kanker. Tindakan radioterapi tidak dapat dilakukan pada kanker jenis squamous sel karena relative  dapat menahan radiasi. Untuk kanker jenis tersebut dilakukan pilihan terapi lain. Dengan dilakukan kombinasi terapi, diharapkan sel kanker sumber keganasan dan sel-sel yang kemungkinan menyebar akan hilang. Jenis pilihan operasi juga beragam mulai dari pembuangan bagian yang mengalami kanker saja, pengangkatan sebagian organ penis dengan atau tanpa pengangkatan kelenjar getah bening yang berada di dekatnya atau jika memang diperlukan dilakukan pengangkatan seluruh bagian penis. Dalam sebuuuuah penelitian, pada kelompok penderita kanker penis, hanya 0.5% yang menjalani prosedur ini, tentu pertimbangan stadium kanker menjadi pertimbangan utama.

Komplikasi

Beberapa komplikasi dapat terjadi akibat tindakan operasi misalnya infeksi, bengkak (edema), atau terjadi penyumbatan saluran kemih. Jika terjadi kondisi ini perlu dilakukan tindakan rekonstruksi untuk memperbaikinya. Jika infeksinya terlalu parah dapat mengakibatkan menyebarnya kuman ke seluruh tubuh hingga terjadi sepsis yang dapat berujung pada kematian, kondisi ini sangat jarang terjadi.

Tips pencegahan

Untuk mencegah terjadinya kanker penis perlu dipertimbangkan factor penyebabnya, hal yang dapat dilakukan adalah :

  • Hindari berhubungan intim dengan berganti-ganti pasangan
  • Lakukan khitan
  • Hindari merokok
  • Jaga kebersihan pada daerha organ intim

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: