Hai guys…pada kesempatan kali ini maimelajah.com akan membahas tentang ventilasi mekanik dan stabilisasi pasien. Pada saat kita mendengar kata ventilasi mekanik kita akan mengingat ventilator yang sangat berguna untuk stabilisasi pasien yang mengalami gangguan pernafasan. Ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan. Ventilator sering kali dibutuhkan oleh pasien yang tidak dapat bernapas sendiri, baik karena suatu penyakit atau karena cedera yang parah.

Tujuan penggunaan alat ini adalah agar pasien mendapat asupan oksigen yang cukup. Melalui ventilator, pasien yang sulit bernapas secara mandiri dapat dibantu untuk bernapas dan mendapatkan udara layaknya bernapas secara normal. Mesin ventilator akan mengatur proses menghirup dan menghembuskan napas pada pasien. Ventilator akan memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan oksigen ke paru-paru pasien, lalu berhenti memompa agar udara keluar dengan sendirinya dari paru-paru.

Cara Pemakaian Alat Ventilator

Sebelum memasang ventilator pada pasien, dokter akan melakukan intubasi untuk memasukkan selang khusus melalui mulut, hidung, atau lubang yang dibuat di bagian depan leher pasien (trakeostomi). Setelah intubasi selesai, ventilator kemudian akan dihubungkan pada selang tersebut.

Penggunaan mesin ventilator ini cukup rumit, sehingga pemasangan dan pengaturannya hanya boleh dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi untuk merawat pasien kritis. Alat ini sering digunakan di ICU, karena kondisi yang membutuhkan ventilator biasanya merupakan kasus yang berat.

Selama terhubung dengan ventilator, pasien yang masih sadar tidak dapat bicara atau makan melalui mulut, karena ada selang yang masuk ke dalam tenggorokan. Walaupun demikian, pasien masih dapat berkomunikasi dengan tulisan atau isyarat.

Umumnya, pasien akan merasa tidak nyaman ketika ada selang yang masuk melalui mulut atau hidungnya. Pasien juga terkadang akan melawan udara yang dihembuskan ventilator, dan membuat fungsi ventilator kurang efektif. Bila seperti ini, dokter akan memberikan obat penenang atau obat antinyeri agar pasien merasa lebih nyaman ketika terhubung dengan ventilator.

Kondisi-Kondisi yang Membuat Pasien Membutuhkan Ventilator

Ventilator umumnya digunakan untuk membantu proses pernapasan pada pasien yang tidak dapat bernapas sendiri. Beberapa kondisi atau penyakit yang membuat pasien membutuhkan mesin ventilator adalah:

  • Gangguan paru-paru berat, seperti gagal nafas, ARDS , asma berat, pneumonia, PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), dan pembengkakan paru (edema paru).
  • Gangguan sistem saraf yang menyebabkan kelemahan otot pernapasan, koma, atau stroke.
  • Gangguan pada jantung, seperti gagal jantung, serangan jantung, atau henti jantung.
  • Keracunan karbon dioksida.
  • Gangguan keseimbangan asam basa, yaitu asidosis dan alkalosis.
  • Cedera berat, misalnya luka bakar luas dan cedera kepala berat.
  • Syok.
  • Dalam pengaruh pembiusan total, sehingga kehilangan kemampuan bernapas, misalnya pada pasien yang menjalani operasi.

Sebagai catatan, mesin ventilator tidak digunakan untuk mengobati kondisi-kondisi tersebut, namun hanya sebagai alat untuk membantu pasien bernapas. Pada kasus-kasus berat tersebut, dibutuhkan pengobatan dan perawatan lain di samping ventilator untuk menyembuhkan atau memperbaiki kondisi pasien.

Penutup

Demikian penjelasan singkat dari artikel Ventilasi Mekanik Stabilisasi Pasien. Semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar ilmu keperawatan. Terima Kasih dan jangan lupa untuk selalu update artikel kami di maimelajah.com. Oh ya materi lengkapnya ada di link di bawah ya.

Unduh Materi

Download Materi Lengkap disini : Ventilasi Mekanik

Artikel SebelumnyaStatistik dan Analisis Data Pada Penelitian Kesehatan
Artikel SelanjutnyaMembuat Daftar Isi Otomatis MS Word 2016
Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini