AsKep Keluarga Dengan Hipertensi

Pada kesempatan kali ini maimelajah.com akan membahas mengenai AsKep Keluarga Dengan Hipertensi. Keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak, baik anaknya sendiri atau adopsi dan tinggal dalam sebuah rumah tangga. Asuhan Keperawatan yang diberikan pada keluarga satu berbeda dari keluarga yang lain.

Hal yang membedakan utamanya mengenai masalah dalam tahap perkembangan keluarga. Keluarga dengan tahap usia lanjut kebanyakan masalahnya yaitu hipertensi. Perlu kesiapan keluarga menghadapi hipertensi ini, sehingga akan membantu anggota keluarga yang menderita hipertensi. Hal yang diharapkan bahwa keluarga dapat memberi dukungan pada anggota keluarga mengatasi masalah hipertensi. Motivasi keluarga pada penderita hipertensi dapat mencegah ke dalam kondisi perburukan. Asuhan keperawatan keluarga akan memberikan Regimen terapeutik yang tepat sehingga masalah pada dengan hipertensi teratasi. Nah, silahkan simak AsKep Keluarga Dengan Hipertensi dibawah ini :

Pengertian Hipertensi

  • Menurut WHO (1999), tekanan  darah  yang berada di atas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi. (Rahardjo,2001)
  • The Sixth Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (1997) mendefinisikan hipertensi sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih atau tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih atau sedang dalam pengobatan antihipertensi. (Susalit, 2001)
  • Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg.(Smeltzer,2001)

Klasifikasi Hipertensi

Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas : hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan/atau tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 90 mmHg dan hipertensi sistolik terisolasi lebih besar dari 160 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah dari 90 mmHg.(Darmojo, 1999).

Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai dengan rekomendasi dari “The Sixth Report of The Join National Committee, Prevention, Detection and Treatment of High Blood Pressure “ (JNC VI) sebagai berikut :  (Rahardjo, 2000)

NoKategoriSistolik(mmHg)Diastolik(mmHg)
1.Optimal<120<80
2.Normal120 – 12980 – 84
3.High Normal130 – 13985 – 89
4.Hipertensi  
 Grade 1 (ringan)140 – 15990 – 99
 Grade 2 (sedang)160 – 179100 – 109
 Grade 3 (berat)180 – 209100 – 119
 Grade 4 (sangat berat)>210>120

Etiologi AsKep Keluarga Dengan Hipertensi

Prevalensi hipertensi bertambah degan bertambahnya usia. (Darmojo, 1999). Penyebab hipertensi diantaranya karena faktor keturunan, ciri dari perseorangan serta kebiasaan hidup seseorang.Seseorang memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orangtuanya adalah penderita hipertensi. Sedangkan ciri perseorangan yang berupa umur, jenis kelamin dan ras juga mempengaruhi timbulnya hipertensi. Umur yang bertambah menyebabkan terjadinya kenaikan tekanan darah. Tekanan darah pria umumnya lebih tinggi dibandingkan wanita. Ras kulit hitam hampir dua kali lebih banyak dibanding dengan orang kulit putih. Kebiasaan hidup seseorang dengan konsumsi garam tinggi, kegemukan atau makan berlebihan, stres atau ketegangan jiwa, kebiasaan merokok, minum alkohol dan obat-obatan akan memicu terjadinya hipertensi. (lany, 2001). Dapat dikatakan kebiasaan yang buruk akan memperberat resiko terjadinya hipertensi.

Pada Usia lanjut, penyebab perubahan tekanan darah adalah karena adanya ateroslerosis, hilangnya elastisitas pembuluh darah, menurunnya distensi dan daya regang pembuluh darah.

Tanda dan Gejala

Pada pemeriksaan fisik, mungkin tidak dijumpai kelainan apapun selain tekanan darah yang tinggi tetapi dapat pula ditemukan perubahan pada retina seperti perdarahan, eksudat, penyempitan pembuluhdarah dan pada kasus berat edema pupil. (Smeltzer, 2001).

Tetapi pada penderita hipertensi pada umumnya memang tidak mempunyai tanda gejala spesifik. Sedangkan gejala yang lazim dirasakan adalah pusing serta kelelahan (Edward,1995). Hipertensi yang mendadak terjadi pada usia lanjut, memberi sugesti kemungkinan adanya hipertensi sekunder khususnya hipertensi renovaskuler (Darmojo, 1999).

Penatalaksanaan

a) Penatalaksanaan non farmakologis atau perubahan gaya hidup

Pengurangan asupan garam serta upaya penurunan berat badan merupakan langkah awal pengobatan hipertensi. Pembatasan asupan garam sampai 60 mmol/hari, berarti tidak menambahkan garam pada waktu makan. Akan sulit dilaksanakan karena akan mengurangi asupan garam secara ketat dan akan mempengaruhi kebiasaan makan pasien secara drastis. Pada beberapa penyelidikan didapatkan bahwa diet rendah lemak jenuh dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler. Dengan melakukan aktivitas fisik yang teratur dapat menurunkan tahanan perifer sehingga dapat menurunkan tekanan darah.

Perubahan gaya hidup lain ialah menghindari faktor resiko seperti merokok, minum alkohol, hiperlipidemia, stres. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah, alkohol diketahui dapat meningkatkan tekanan darah sehingga menghindari alkohol berarti menghindari kemungkinan mendapat hipertensi. Relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis dapat mengontrol sistem saraf autonom dengan kemungkinan dapat pula menurunkan tekanan darah.

b) Penatalaksanaan farmakologis atau pengobatan hipertensi

Keputusan untuk mulai memberikan obat antihipertensi berdasarkan beberapa faktor seperti derajat peninggian tekanan darah, terdapatnya kerusakan organ target dan terdapatnya manifetasi klinis penyakit kardiovaskuler atau faktor resiko lain.Apabila penderita hipertensi ringan berada dalam risiko tinggi(pria, perokok) atau bila tekanan darah diastoliknya menetap, diatas 85 atau 95 mmHg dan sistoliknya diatas 130 sampai 139 mmHg maka perlu dimulai terapi obat-obatan.(Smeltzer,2001). Jenis-jenis obat hipertensi yaitu sebagai berikut :

Diuretik

Cara kerja obat ini yaitu dengan meningkatkan volume air seni dan pengeluaran Natrium (garam) melalui air seni tersebut. Obat golongan diuretik yang lazim diberikan adalah tiazid. Efek samping terjadinya penyakit “gout” dan kadar gula  pada DM sedikit meningkat.

Beta Bloker

Bekerja dengan menghambat kerja hormon stres yaitu adrenalin terhadap jantung dan pembuluh darah. Efek samping rasa lelah dan lesu, kaki lemah dan tangan (kaki) terasa dingin. Yang termasuk yaitu asebutolol, alprenolol, propanolol, timolol, pindolol,dll.

Antagonis Kalsium

Antagonis kalsium bekerja dngan cara mengurangi jumlah kalsium yang masuk ke sel otot dinding pembuluh darah dan jantung serta mengurangi ketegangan otot. Berkurangnya tegangan otot ini mengakibatkan tekanan darah turun. Efek samping adalah sakit kepala, muka merah dan pembengkakan pergelangan kaki. Golongan obat ini seperti nifedipine, diltiazim, verapamil, amlodipin, felodipin dan nikardipin.

Penghambat enzim konversi Angiotensin (Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor atau ACE Inhibitor)

ACE inhibitor menghambat substansi yang dihasilkan ginjal,  yang bertugas menyempitkan arteri kecil. Efek samping : terjadi penurunan tekanan darah yang drastis, gangguan pengecap dan batuk yang menggelitik. contoh losartan, valsartan dan irbesartan.

Vasodilator

Bekerja dengan melebarkan arteri secara langsung. Efek samping dari vasodilator sedikit meningkatkan denyut jantung dan menyebabkan pembengkakan pergelangan kaki. Yang temasuk golongan ini adalah doksazosin, prazosin, hidralazin, minoksidil, diazosid dan sodium nitroprusid.

Golongan penghambat simpatetik

Penghambatan aktivitas simpatik dapat terjadi pada pusat vasomotor otak seperti pada pemerian metildopa dan klonidin atau pada ujung saraf perifer seperti reserpin dan guanetidine.(Susalit, 2001)

Diet Hipertensi

Makanan Yang Diperbolehkan Untuk Penderita Hipertensi

  • Serelia, dan umbi-umbian serta hasil olahannya: beras, jagung, sorgum, cantle, jail, sagu, ubi, singkong, kentang, talas, mie, roti, bihun, oat.
  • Sayur daun: kangkung, bayam, pucuk labu, sawi, katuk, daun singkong, daun pepaya, daun kacang, daun mengkudu, dan sebagainya.
  • Sayur buah: kacang panjang, labu, mentimun, kecipir, tomat, nangka muda, dan sebagainya.
  • Sayur akar: wortel, lobak, bit, dan sebagainya.
  • Buah: jambu biji, pepaya, jeruk, nanas, alpukat, belimbing, salak, mengkudu, semangka, melon, sawo, mangga.
  • Kacang-kacangan dan hasil olahnya (tempe, tahu) serta polong-polongan.
  • Tempe adalah salah satu makanan tradisional Indonesia, hasil fermentasi kaping rhizopus ohgosporis atau rhizopusoryzal pada biji kedelai yang  telah direbus. Ada berbagai macam tempe, yang  dibicarakan disini adalah tempe yang  terbuat dari kedelai, yang  merupakan produk kompak, terbungkus rata oleh miselium kaping sehingga nampak berwarna putih, dan bila diiris kelihatan keping biji kedelai berwarna kuning pucat, diantara miselium.Fermentasi kaping menghasilkan perubahan pada tekstur kedelai, menjadi empuk dan nilai zat gizi tempe lebih baik dari kacang kedelai
  • Unggas, ikan, putih telur.
  • Daging merah, kuning telur.

Makanan Pantangan

  • Gunakan garam sebagai bumbu masakan secukupnya saja, perbanyak rempah dan kurangi garam/vetsin (penyedap rasa).
  • Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak kelapa, gajih).
  • Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biscuit, craker, keripik dan makanan kering yang asin).
  • Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran serta buah-buahan dalam kaleng, soft drink).
  • Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin,pindang, udang kering, telur asin, selai kacang).
  • Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam).
  • Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang  pada umumnya mengandung garam natrium.
  • Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape

Mengatur pola makan

Perbanyaklah minum air putih. Cara makan yang baik adalah sedikit-sedikit tetapi sering, bukan makan banyak tetapi jarang. Kandungan zat dalam menu makanan juga harus diperhatikan, meliputi :

Diet rendah garam

Asupan garam yang diperlukan pada orang sehat sekitar 3-5 gram (setara 1 sendok teh) per hari. Kelebihan garam dapat menyebabkan hipertensi,  resiko dehidrasi dan kram,  darah mengental (penyebab penyakit jantung dan stroke),  mengikat cairan yang banyak serta dapat mengendap di pergelangan kaki dan daerah tengah tubuh.

  • Untuk hipertensi berat yaitu apabila tekanan darah systole >180 mmHg dan/ atau diastole >110 mmHg maka dalam pemasakan tidak boleh ditambahkan garam sedikitpun. Makanan yang tinggi garam juga harus dihindari. Pengaturan seperti ini biasa disebut diet rendah garam I (RG I).
  • Untuk hipertensi sedang yaitu apabila tekanan darah sistol :  160 – 179 mmHg dan atau tekanan darah diatole : 100 – 109 mmHg maka penggunaan garam dibatasi hanya ¼ sendok teh atau 1 gram sehari/orang. Makanan yang tinggi garam harus dihindari. Pengaturan ini biasa disebut diet rendah garam II (RG II).
  • Untuk hipertensi ringan yaitu apabila tekanan darah sistol : 140 – 149 mmHg dan/atau tekanan darah diastole : 90 – 99 mmHg, maka penggunaan garam dibatasi hanya ½ sendok teh atau 2 gram sehari/orang. Makanan tinggi garam  harus dihindari. Pengaturan ini biasa disebut diet rendah garam III (RG III).

Batasan penggunaan garam ini hanya berlaku ketika tekanan daran diatas normal. Ketika tekanan darah sudah turun dalam batas normal maka garam harus dipakai kembali seperti biasa. 

Diet rendah garam diperlukan terutama pada orang yang punya potensi tinggi hipertensi,  dapat dilakukan dengan cara :

Kurangi minum minuman bersoda

Makanan dan minuman kaleng dan botol. Minuman bersoda dan berpengawet banyak mengandung sodium (Natrium).Kurangi camilan/snack yang asin dan gurih.Hindari makan makanan ikan asin, telur asin, otak, gorengan, vetsin (Monosodium glutamate/MSG), soda kue, jeroan, sarden, udang dan cumi-cumi.

Diit rendah kolesterol

  • Makanan yang dimakan sebaiknya mengandung lemak baik (meningkatkan HDL) dan sedikit mengandung lemak jahat seperti kolesterol (menurunkan LDL).
  • Contoh makanan yang mengandung lemak baik adalah ikan laut, minyak sayur, kacang-kacangan, serta alpukat.
  • Contoh makanan yang mengandung lemak jahat adalah sapi, kambing, babi, domba, mentega, keju, susu full cream, minyak sawit.
  • Diet rendah kolesterol dapat dilakukan dengan cara :
  • Hindari semua jeroan, kuning telur, ayam terutama ayam potong (terutama bagian leher kepala, kaki, ekor, kulit dan sayap), otak, udang, cumi, kepiting, kerang,  dan semua makanan yang dimasak dengan minyak goreng,  margarine maupun keju.

Tingkatkan asupan Kalium

Meningkatkan pemasukan kalium (4,5 gram atau 120 – 175 mEq/hari) dapat memberikan efek penurunan tekanan darah yang ringan. Pada umumnya kalium banyak terkandung pada pada apel jeruk, tomat, pisang, kentang panggang. kacang ijo, kacang kedelai, kacang merah, kacang tanah, bayam, daun papaya, peterseli, kapri dan buah pisang. 

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel AsKep Keluarga Dengan Hipertensi. Semoga artikel AsKep Keluarga Dengan Hipertensi bermanfaat bagi rekan-rekan semua. Terima kasih

Unduh Materi

Materi lengkapnya tentang AsKep Keluarga Dengan Hipertensi dapat di unduh disini : AskepHipertensi

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: