Wanita Usia Subur Konsep AsKep Keluarga

Pada kesempatan kali ini maimelajah.com akan membahas mengenai artikel tentang Askep (Asuhan Keperawatan). Dimana artikel ini berjudul Wanita Usia Subur Konsep AsKep Keluarga. Dimana Definisi dari Wanita Subur Menurut Yuwielueninet 2008, usia dewasa muda yaitu antara 18 tahun sampai 40 tahun sering dihubungkan dengan masa subur karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi. Wanita usia subur (WUS) adalah wanita yang keadaan organ reproduksinya berfungsi dengan baik antara umur 15-49 tahun tanpa memperhitungkan status perkawinannya. Puncak kesuburan ada pada rentang usia 20-29 tahun.

Tahap – tahap perkembangan pada keluarga dengan pada wanita usia subur :

  • Tahap Transisi (keluarga antara dewasa muda yang belum kawin)
  • Tahap I (pemula)Tahap II (keluarga yang mengasuh anak)
  • Tahap III (keluarga dengan anak usia pra-sekolah)
  • Tahap IV (keluarga dengan anak usia sekolah)
  • Tahap V (kelurga dengan anak remaja)

Tahap ini di mulai pada tahap transisi, keluarga yang mengasuh anak, keluarga dengan anak usia pra-sekolah, keluarga dengan anak usia sekolah, karena usia subur berkisar antara 18 tahun sampai 40 tahun. Pada masa ini, individu semakin terpisah dari keluarga mereka, membangun tujuan karir, dan memutuskan apakah akan menikah dan memulai sebuah keluarga atau tetap sendiri serta mampu beradaptasi dengan pengalaman baru.

Tujuan utama

Tahap Transisi (keluarga antara dewasa muda yang belum kawin)

Agar mampu membentuk kemandirian dalam hal pekerjaan dan finansial, agar mampu menjalin hubungan intim dengan teman sebaya, serta mampu berpisah dari keluarga asal.

Tahap I (pemula)

Agar mampu membangun perkawinan yang saling memuaskan, mampu menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis, serta mampu membentuk keluarga berencana.

Tahap II (keluarga yang mengasuh anak)

Dapat membentuk keluarga muda sebagai unit yang mantap, mampu merekonsiliasi tugas – tugas perkembangan yang bertentangan dan kebutuhan anggota keluarga, mampu mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan, mampu memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan menambah peran sebagai orang tua.

Tahap III (keluarga dengan anak usia pra-sekolah)

Mampu memenuhi kebutuhan anggota keluarga, mampu mensosialisasikan anak, mampu mengintegrasikan anak yang baru serta tetap memenuhi kebutuhan anak – anak yang lain, mampu mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga.

Tahap IV (keluarga dengan anak usia sekolah)

Mampu mensosialisasikan pada anak – anak termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sehat, mampu mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan, mampu memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga.

Tahap V (keluarga dengan anak remaja)

Mampu memberi suri tauladan dan menjaga komunikasi.

Tugas perkembangan pada keluarga dengan wanita dengan usia subur, yaitu :

a. Tahap Transisi (keluarga antara dewasa muda yang belum kawin)

• Pisah dari keluarga asal.
• Menjalin hubungan intim dengan teman sebaya.
• Membentuk kemandirian dalam hal pekerjaan dan finansial.

b. Tahap I (pemula)

• Membangun perkawinan yang saling memuaskan.
• Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis.
• Keluarga berencana.

c. Tahap II (keluarga yang mengasuh anak)

• Membentuk kelurga muda sebagai unit yang mantap.
• Rekonsiliasi tugas – tugas perkembangan yang bertentangan dengan dan kebutuhan anggota keluarga.
• Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan.
• Memperluas persahabatana dengan keluarga besar dengan meambahkan peran – peran orang tua dan kakek nenek.

d. Tahap III (keluarga dengan anak usia pra-sekolah)

• Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti rumah, ruang bermain, privasi, dan keamanan.
• Mensosialisasikan anak.
• Mengintegrasikan anak yang baru, sementar tetap memenuhi kebutuhan anak – anak yang lain.
• Mempertahanka hubungan yang sehat dalam keluarga.

e. Tahap IV (keluarga dengan anak usia sekolah)

• Mensosialisasikan anak – anak, termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sehat.
• Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaska.
• Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga.

f. Tahap V (kelurga dengan anak remaja)


• Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab keetika remaja menjadi dewasa dan semakin mandiri.
• Memfokuskan kembali hubungan perkawinan.
• Berkomunikasi secar terbuka antara orangtua dan anak – anak.

Masalah – masalah pada wanita Usia Subur

Siklus menstruasi yang tidak teratur atau terlambat pada wanita usia subur

Siklus menstruasi yang tidak teratur bisa disebabkan karena adanya gangguan kista ovarium atau penyakit lainnya, kondisi stress, kecapean, serta terganggunya keseimbangan hormon.

Berat badan yang tidak seimbang pada wanita usia subur

Terlalu gemuk atau terlalu kurus juga dapat mempengaruhi kesuburan. Idealnya, berat badan sebelum hamil (pra-hamil) tidak melebihi atau kurang dari 10 % berat badan normal sesuai tinggi badan. Masih banyak wanita usia subur yang makan tidak teratur, tidak sarapan pagi, dan sering mengonsumsi junk food yang kadar gizinya tidak seimbang. Status gizi selama masa pra-hamil yaitu sekitar 3 – 6 bulan sebelum berencana untuk hamilakan berdampak terhadap bayi dilahirkan nantinya.

Poli Cycstic Ovary Syndrome (PCOS) dan Endrometriosis PCOS pada wanita usia subur

merupakan gangguan dimana folikel (kantung sel telur) tidak berkembang dengan baik, sehingga tidak terjadi ovulasi. Wanita yang mengalami PCOS ini menjadi infertile (tidak subur) karena tidak ada sel telur yang matang, sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Endometriosis merupakan suatu keadaan patologi pada system reproduksi wanita dimana jaringan selaput lendir rahim (endometrium) yang seharusnya berada dalam rahim, malah tumbuh di luar rongga rahim (saluran telur /tuba falopi, indung telur, atau pada rongga pinggul).

Paparan Rokok pada wanita usia subur

Dalam asap rokok terdapat lebih dari 4000 zat racun seperti karbon monoksida (CO), Nitrogen oksida, sianida, ammonia, asetilen, benzaldehide, methanol, nikotin, dan lain sebagainya. Pada wanita, merokok dapat menyebabkan penurunan produksi sel telur sehingga dapat menganggu kesuburan. Apabila perokok wanita hamil, akan timbul berbagai masalah pada kehamilan dan bayi yang dilahirkan nanti. Misalnya, perkembangan janin terhambat, resiko keguguran kehamilan akan semakin meningkat, kelahiran bayi premature dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).

Hiperemesis gravidarum

adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Merupakan masalah yang sering timbul pada keluarga dengan wanita usia subur.

Efek samping obat Pantangan konsumsi sembarang obat pada wanita usia subur

tidak hanya berlaku pada masa sebelum kehamilan, namun akan terus berlanjut pada masa selama kehamilan dan masa setelah persalinan yaitu masa menyusui. Apabila sakit lakukan penyembuhan dengan cara alami, misalnya mengatasi flu dengan banyak minum, istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi. Langkah pencegahan agar tidak mudah sakit tentu merupakan langkah yang lebih baik dan tepat. Untuk itu, jagalah kondisi kesehatan agar tubuh selalu bugar dan siap untuk hamil.

Jenis-jenis penyakit kelamin pada wanita usia subur 

Infeksi Kelenjar Bartholini

Disebabkan oleh bakteri gonorea, siapolokokus atau streptococus. Pada pemeriksaannya dijumpai pembengkakan kelenjar, padat, berwarna merah, nyeri, dan panas. Pengobatan dapat dilakukan dengan insisi yang mengurangi pembengkakan mengeluarkan isinya. Apabila sudah menahun dalam letak kista bartholini yang diperlukan tindakan marsupialisasi, yaitu operasi menyembuhkan kista dalam membuka, mengeluarkan isi dan menjahit tepi kista di irisan kulit. Infeksi Kelenjar Bartholini Ciri-ciri infeksi kelenjar bartholini: Terjadi perubahan warna (merah) Membengkak Terasa nyeri Terjadi timbunan di dalam kelenjar Penderita sukar berjalan dan duduk karena sakit. (Ida Bagus Gde Manuaba, 2008)

Kondiloma Akuminata

Penyakit kulit yang disebabkan oleh HPV (Human papilloma virus), dimana paling sering disebabkan HPV tipe 6 dan 11. Penyebaran virus ini melalui penetrasi kulit yang terluka / lesi terbuka. Dimana sering terjadi pada daerah penis, vulva, vagina, cervix, dan daerah sekitar anus. Seringnya penyebaran penyakit ini disebabkan oleh berhubungan seksual bergantian pasangan dengan bebas tanpa pengaman. Keluhan utama yang sering muncul : benjolan tidak nyeri, rasa gatal dapat disertai duh atau tidak, dan biasanya lebih dari 1 lokasi dan berwarna serupa dengan kulit

Trikomoniasis Trikomoniasis

paling sering menyerang wanita, namun pria dapat terinfeksi dan menularkan ke pasangannya lewat kontak seksual. Pada wanita tempat yang paling sering terinfeksi adalah vagina sedangan pada pria tempat infeksi paling sering adalah saluran kemih. Trikomoniasis pada wanita pada keadaan akut terdapat gejala lendir vagina banyak dan berbusa, bentuk putih bercampur nanah terdapat perubahan warna (kekuningan, kuning-hijau), berbau khas. Adanya iritasi pada lipatan paha dan kulit sekitar kemaluan sampai liang dubur. Penyebaran infeksi dapat terjadi dalam bentuk urethritis (infeksi saluran kencing), skonitis (infeksi kelenjar sken), Bartholinitis (infeksi kelenjar Bartholin).

Sifilis

Penyebab penyakit sifilis adalah bakteri yang berukuran sangat kecil yang dinamakan Treponema Pallidium. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui infeksi pada bagian tubuh yang lembab dan memiliki lapisan mukosa, misalnya pada mulut dan alat kelamin. Bakteri ini dapat menimbulkan rasa sakit yang dikenal dengan istilah ‘chancre’, dan rasa sakit ini mirip dengan rasa sakit yang diakibatkan oleh penyakit maag. Sifilis dapat menimbulkan efek serius seperti kerusakan sistem saraf, jantung, atau ptak. Selain itu luka-luka mebgerikan juga bisa tercipta di mulut, daerah sekitr kelamin, dan bahkan seluruh tubuh penderita pada tingkat yang parah. Sifilis Selain melalui hubungan seksual, sifilis bisa menural kepada janin oleh ibu yang menderita penyakit ini, struktur tubuh bakteri penyebab sifilis Treponema Pallidum yang berbentuk helik memungkinkan untuk bergerak di dalam medium kental seperti lendir (mucus). Dengan demikian organisme ini dapat mengakses sistem peredaran darah dan getah bening inang melalui jaringan dan membran mucosa.

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel Wanita Usia Subur Konsep AsKep Keluarga. Jika ada yang ditanyakan silahkan bisa lewat kolom komentar. Terima Kasih

Unduh Materi

Materi lengkap tentang Wanita Usia Subur Konsep AsKep Keluarga dapat di unduh disini : WANUSIASUBUR

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: