Pada kesempatan kali ini maimelajah.com akan memuat artikel yang berjudul Non Insulin Dependen Diabetes Melitus. Siapa yang tidak mengetahui Diabetes Militus, salah satu penyakit kronis. Dimana Diabetes Melitus merupakan kelainan yang bersifat kronik yang ditandai oleh gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak yang diikuti oleh komplikasi mikrovaskuler maupun makrovaskuler dan telah diketahui berkaitan dengan faktor genetik dengan gejala klinik yang paling utama adalah intoleransi glukosa. Diabetes Melitus Tipe II merupakan diabetes melitus tidak tergantung insulin (Non Insulin Dependen Diabetes Melitus (NIDDM)), yang terjadi akibat penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan jumlah produksi insulin

ETIOLOGI 

Etiologi secara umum dari NIDDM, yaitu faktor genetic diperkirakan memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin . Selain itu terdapat faktor-faktor resiko tertentu yang berhubungan yaitu:

  1. Usia, resistensi insulin cenderung meningkat pada usia diatas 65 tahun
  2. Obesitas
  3. Riwayat Keluarga 
  4. Kelompok etnik

PATOFISIOLOGI

Dalam keadaan normal, jika terdapat insulin, asupan glukosa / produksi glukosa yang melebihi kebutuhan kalori akan di simpan sebagai glikogen dalam sel-sel hati dan sel-sel otot. Proses glikogenesis ini mencegah hiperglikemia (kadar glukosa darah > 110 mg / dl). Jika terdapat defisit insulin, empat perubahan metabolic terjadi menimbulkan hiperglikemi.

Empat perubahan metabolic yang menimbulkan heperglikemi adalah :

  1. Transport glukosa yang melintasi membran sel berkurang
  2. Glikogenesis berkurang dan tetap terdapat kelebihan glukosa dalam darah
  3. Glikolisis meningkat sehingga dadangan glikogen berkurang dan glukosa hati dicurahkan ke dalam darah secara terus menerus melebihi kebutuhan.
  4. Glukoneogenesis meningkat dan lebih banyak lagi glukosa hati yang tercurah ke dalam darah dari pemecahan asam amino dan lemak

Pada DM tipe 1 terdapat ketidak mampuan menghasikan insulin karena sel-sel beta telah dihancurkan oleh proses autoimun. Akibat produksi glukosa tidak terukur oleh hati, maka terjadi hiperglikemia. Jika konsentrasi klokosa dalam darah tinggi, ginjal tidak dapat menyerap semua glukosa, akibatnya glukosa muncul dalam urine (glukosuria). Ketika glukosa berlebihan diekskresikan dalam urine disertai pengeluaran cairan dan elektrolit (diuresis osmotik). Akibat kehilangan cairan berlebihan, pasien akan mengalami peningkatan berkemih (poliuri) dan rasa haus (polidipsi).

Defisiensi insulin juga mengganggu metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan. Pasien juga mengalami peningkatan selera makan (polifagi) akibat penurunan simpanan kalori, gejala lainnya mencakup kelelahan dan kelemahan pada DM tipe 2 terdapat 2 masalah utama yang berhubungan dengan insulin yaitu resistensi insulin dan ganguan sekresi insulin. Resistensi insulin ini disertai dengan penurunan reaksi intra sel sehingga insulin menjadi tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan glukosa oleh jaringan.

Pada gangguan sekresi insulin berlebihan, kadar glukosa akan dipertahankan pada tingkat normal atau sedikit meningkat. Namun jika sel beta tidak mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan insulin maka kadar glukosa darah meningkat. Akibat intoleransi glukosa yang berlangsung lambat dan progresif maka awitan DM tipe 2 dapat berjalan tanpa terdeteksi. Gejala yang dialami sering bersifat ringan seperti kelelahan, iritabilitas, poliuri, polidipsi, luka pada kulit yang lama sembuh, infeksi vagina atau pandangan yang kabur (jika kadar glukosanya sangat tinggi). Pada penyakit diabetes mellitus juga dapat terjadi hipoglikemi. Hipoglikemi dapat menyebabkan penurunan suplai glukosa ke otak yang dapat mengakibatkan koma atau kematian.

MANIFESTASI KLINIK

  1. Gejala klasik :
    • Poliuri
    • Polidipsi
    • Polifagi
  2. Penurunan Berat Badan
  3. Lemah
  4. Kesemutan
  5. Gatal-gatal
  6. Bisul / luka yang lama tidak sembuh
  7. Keluhan impotensi pada laki-laki
  8. Keputihan
  9. Infeksi saluran kemih

Unduh Materi

Materi lengkapnya tentang Non Insulin Dependen Diabetes Melitus bisa kalian unduh pada link berikut ini : NIDDM

Artikel SebelumnyaMengenal Space Occupying Lesion (SOL)
Artikel SelanjutnyaMengenal Leukimia (Kanker Darah)
Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini