Penyakit Kanker Vulva (Ovarium)

Kanker adalah salah satu penyakit yang mematikan, salah satunya yang akan maimelajah.com bahas di artikel kali ini Penyakit Kanker Vulva (Ovarium). Dimana Penyakit Kanker Vulva (Ovarium) adalah tumor ganas di dalam vulva. Vulva merupakan bagian luar dari sistem reproduksi wanita yang meliputi labia, lubang vagina, lubang uretra dan klitoris. Sekitar 3 – 4 % kanker pada sistem reproduksi wanita merupakan kanker vulva dan biasanya terjadi setelah menopause (Medicastore, 2008).

Kanker vulva adalah keganasan yang tumor ganas primernya tumbuh dari vulva. Kanker vulva yang meluas ke vagina disebut sebagai kanker vulva. Melanoma malignum di vulva dimasukkan ke dalam golongan melanoma kulit vulva dan dilaporkan secara terpisah. Kanker yang tumbuh di vagina yang merupakan perluasan kanker vulva disebut kanker vulva dan harus dibuktikan dengan pemeriksaan histologi (Manuaba, 2001).

Kanker vulva termasuk jenis yang jarang ditemukan, kira-kira hanya sekitar 4 – 5 % dari keganasan ginekologi. Kanker vulva umumnya diderita oleh wanita usia lanjut (pascamenopause), tetapi tidak jarang juga dijumpai pada wanita usia muda. Insiden meningkat seiring pertambahan usia. Pada wanita usia lanjut umumnya lesi kanker ditemukan soliter, sedangkan pada wanita usia muda umumnya multifokal. Neoplasia Vulva Intraepithelial (VIN) cenderung terjadi pada wanita yang lebih muda dan berkaitan dengan lesi serupa di serviks dan vagina (Yahya Irwanto & Imam Rasjidi, 2000).

Beberapa jenis kanker vulva yaitu :

1. Karsinoma sel skuamosa (85%)

Karsinoma sel skuamosa berasal dari sel-sel skuamosa yang merupakan jenis sel kulit yang utama. Kanker jenis ini biasanya terbentuk secara perlahan selama bertahun-tahun dan biasanya didahului oleh suatu perubahan prekanker yang mungkin berlangsung selama beberapa tahun.

Istilah kedokteran yang sering digunakan untuk keadaan prekanker ini adalah Neoplasma intraepitel vulva (NIV). Intraepitel artinya sel-sel prekanker terbatas pada epitel yang merupakan lapisan permukaan pada kulit vulva.

NIV terbagi menjadi 3 kelompok yaitu NIV 1, NIV 2, and NIV 3. Istilah lainnya untuk NIV adalah displasia. Tingkat keparahan perubahan prekanker mulai dari yang terendah sampai yang terberat yaitu:

  1. NIV 1 atau displasia ringan
  2. NIV 2 atau displasia menengah
  3. NIV 3 atau displasia berat
  4. Karsinoma in situ
  5. Karsinoma invasif

2. Melanoma (5%)

Melanoma berasal dari sel penghasil pigmen yang memberikan warna pada kulit.

3. Sarkoma (2%)

Sarkoma adalah tumor jaringan ikat di bawah kulit yang cenderung tumbuh dengan cepat. Sarkoma vulva bisa menyerang semua golongan usia termasuk anak-anak.

4. Karsinoma sel basal (1%)

Karsinoma sel basal sangat jarang terjadi pada vulva, karena biasanya menyerang kulit yang terpapar oleh sinar matahari.

5. Adenokarsinoma (1%)

Sejumlah kecil kanker vulva berasal dari kelenjar dan disebut adenokarsinoma. Beberapa diantaranya berasal dari kelenjar Bartholin yang ditemukan pada lubang vagina dan menghasilkan cairan pelumas yang menyerupai lendir. Kebanyakan kanker kelenjar Bartholin adalah adenokarsinoma, tetapi beberapa diantaranya (terutama yang tumbuh dari saluran kelenjar) merupakan karsinoma sel transisional atau karsinoma sel skuamosa. Meskipun agak jarang, adenokarsinoma juga bisa berasal dari kelenjar keringat pada kulit vulva. (Medicastore, 2008)  

Etiologi

Penyebabnya tidak diketahui, namun faktor resiko terjadinya kanker vulva yaitu :

  1. Infeksi HPV atau kutil kelamin (kutil genitalis). HPV merupakan virus penyebab kutil kelamin dan ditularkan melalui hubungan seksual.
  2. Pernah menderita kanker leher rahim atau kanker vagina.
  3. Infeksi sifilis
  4. Diabetes mellitus
  5. Obesitas
  6. Tekanan darah tinggi.
  7. Usia. Tiga perempat penderita kanker vulva berusia diatas 50 tahun dan dua pertiganya berusia diatas 70 tahun ketika kanker pertama kali terdiagnosis. Usia rata-rata penderita kanker invasif adalah 65 – 70 tahun.
  8. Hubungan seksual pada usia dini
  9. Berganti-ganti pasangan seksual
  10. Merokok
  11. Infeksi HIV. HIV adalah virus penyebab AIDS. Virus ini menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga wanita lebih mudah mengalami infeksi HIV menahun.
  12. Golongan sosial-ekonimi rendah. Hal ini berhubungan dengan pelayanan kesehatan yang adekuat, termasuk pemeriksaan kandungan yang rutin.
  13. Neoplasia intraepitel vulva (NIV)
  14. Liken sklerosus. Penyakit ini menyebabkan kulit vulva menjadi tipis dan gatal.
  15. Peradangan vulva menahun
  16. Melanoma atau tahi lalat atipik pada kulit selain vulva (Medicastore, 2008)  

Manifestasi Klinis

Kanker vulva bersifat asimtomatik. Penderita datang dengan keluhan benjolan atau tukak di daerah vulva yang disertai riwayat gatal-gatal kronis berkaitan dengan adanya distrofi dinding vulva. Perdarahan atau pengeluaran cairan dari vagina merupakan gejala yang jarang ditemukan dan pada stadium lanjut bisa disertai pembengkakan kelenjar limfe di daerah inguinal (Yahya Irwanto & Imam Rasjidi, 2000).

Kanker vulva mudah dilihat dan teraba sebagai benjolan, penebalan ataupun luka terbuka pada atau di sekitar lubang vagina. Kadang terbentuk bercak bersisik atau perubahan warna. Jaringan di sekitarnya mengkerut disertai gatal-gatal. Pada akhirnya akan terjadi perdarahan dan keluar cairan yang encer. Gejala lainnya adalah nyeri ketika berkemih dan melakukan hubungan seksual. Hampir 20% penderita yang tidak menunjukkan gejala (Medicastore, 2008).

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik, dan hasil biopsy jaringan. Staging merupakan suatu peroses yang menggunakan hasil-hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan diagnostik tertentu untuk menentukan ukuran tumor, kedalaman tumor, penyebaran ke organ di sekitarnya dan penyebaran ke kelenjar getah bening atau organ yang jauh. Dengan mengetahui stadium penyakitnya maka dapat ditentukan rencana pengobatan yang akan dijalani oleh penderita. Jika hasil biopsi menunjukkan bahwa telah terjadi kanker vulva, maka dilakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebaran kanker ke daerah lain melalui pemeriksaan sebagai berikut :

  1. Rontgen dada
  2. Sistoskopi (pemeriksaan kandung kemih)
  3. Proktoskopi (pemeriksaan rektum)
  4. Pemeriksaan panggul dibawah pengaruh obat bius
  5. CT scan dan MRI.

Unduh Materi

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel Penyakit Kanker Vulva (Ovarium). Untuk materi lengkapnya bisa kalian unduh pada Link berikut ini : kanker ovarium

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: