Tata Pemeriksaan Klinis dalam Neurologi

Tata Pemeriksaan Klinis dalam Neurologi merupakan artikel yang maimelajah.com akan bahas pada kesempatan kali ini. Pemeriksaan neurologi penting dilakukan untuk mengetahui status kesadaran seseorang terutama pada pasien yang mengalami gangguan sistem saraf. Sebelum dilakukan pemeriksaan neurologi pasien tetap dilakukan anamesa meliputi : keluhan utama, riwayat penyakit sekarang/kronologis penyakitnya, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit keluarga, riwayat alergi, dan kebiasaan pasien

Cara Pemeriksaan Neurologi

Pemeriksaan kesadaran ada 2 jenis yaitu :

  1. Kuantitatif : Cara ini dengan menggunakan Glasgow Coma Scale dipandang lebih baik karena beberapa hal yaitu : dapat dipercaya, sangat teliti dan dapat memedakan kelainannya sehingga tidak terdapat banyak perbedaan antara dua penilai (obyektif), dengan sedikit latihan dapat juga digunakan oleh perawat sehingga observasi mereka lebih cermat.
  2. Kualitatif : berbeda dari cara kwantitatif yang menggunakan skor pasti cara kwalitatif ditentukan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Walaupun demikian cara ini terhubung dengan skor pada GCS sehingga tidak beda jauh. Tingkat kesadaran dibedakan dalam beberapa tingkatan yaitu komposmentis, apatis, delirium, somnolen, sopor, semikoma, koma.

Pemeriksaan kuantitatif (GCS)

Glasgow Coma Scale atau GCS adalah skala yang dipakai untuk mengetahui tingkat kesadaran seseorang. Dahulu, GCS hanya dipakai untuk mengetahui tingkat kesadaran orang yang mengalami cedera kepala. Namun, saat ini GCS juga digunakan untuk menilai tingkat kesadaran saat memberikan pertolongan darurat medis. Tingkat kesadaran seseorang dapat dinilai dari tiga aspek yaitu mata, verbal (kemampuan bicara), dan motorik (gerakan tubuh). Mata dengan kode E, verbal kode V dan gerakan dengan kode M. Kesadaran tertinggi atau bisa dibilang komposmentis berada di skala 15. Sementara yang terendah atau yang dikatakan koma, berada di skala 3.

Untuk mengetahuinya skala GCS, tim medis akan melakukan pengecekan sebagai berikut:

Mata

Nilai GCS yang dievaluasi melalui pemeriksaan mata:

  • Jika tim medis meminta membuka mata dan merangsang seseorang dengan nyeri tapi mata orang tersebut tidak bereaksi dan tetap terpejam, maka poin GCS yang didapat yaitu 1.
  • Jika mata terbuka akibat rangsang nyeri saja, poin GCS yang didapat yaitu 2.
  • Jika mata seseorang terbuka hanya dengan mendengar suara atau dapat mengikuti perintah untuk membuka mata, poin GCS yang didapat yaitu 3.
  • Jika mata terbuka secara spontan tanpa perintah atau sentuhan, maka poin yang didapat yaitu 4.

Suara

Nilai GCS yang dievaluasi dalam pemeriksaan respons suara:

  • Jika seseorang tidak mengeluarkan suara sedikitpun, meski sudah dipanggil atau dirangsang nyeri, maka orang tersebut mendapat poin 1.
  • Jika suara yang keluar seperti rintihan tanpa kata-kata, poin yang didapat yaitu 2.
  • Seseorang dapat berkomunikasi tapi tidak jelas atau hanya mengeluarkan kata-kata tapi bukan kalimat yang jelas, poin GCS yang didapat yaitu 3.
  • Jika seseorang dapat menjawab pertanyaan dari tim medis tapi pasien seperti kebingungan atau percakapan tidak lancar, maka poin yang didapat adalah 4.
  • Seseorang dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan dengan benar dan sadar penuh terhadap orientasi lokasi, lawan bicara, tempat, dan waktu, maka poin yang didapat yaitu 5.

Gerakan

Nilai GCS yang dievaluasi dalam pemeriksaan respons gerakan:

  • Tidak ada respons gerakan tubuh walau sudah diperintahkan atau diberi rangsangan nyeri, poin GCS yang didapat yaitu 1.
  • Seseorang hanya dapat mengepalkan jari tangan dan kaki, atau menekuk kaki dan tangan saat diberi rangsangan nyeri, poin yang didapatkan adalah 2.
  • Seseorang hanya menekuk lengan dan memutar bahu saat diberi rangsangan nyeri, poin GCS yang didapat yaitu 3.
  • Seseorang dapat menggerakkan tubuh menjauhi sumber nyeri ketika dirangsang nyeri, poin GCS yang diperoleh yaitu 4. Contohnya, seseorang dapat menjauhkan tangan ketika dicubit.
  • Bagian tubuh yang tersakiti dapat bergerak dan orang yang diperiksa dapat menunjukkan lokasi nyeri, poin GCS yang didapat yaitu 5. Contohnya ketika tangan diberi rangsangan nyeri, tangan akan mengangkat.
  • Seseorang dapat melakukan gerakan ketika diperintahkan, poin GCS yang didapatkan yaitu 6.

Skala GCS didapat dari menjumlahkan tiap poin yang diperoleh dari ketiga aspek pemeriksaan di atas. Skala ini dipakai sebagai tahap awal mengevaluasi kondisi seseorang. Meski bisa dilakukan untuk menentukan tingkat kesadaran, GCS tidak bisa dipakai untuk mendiagnosis penyebab penurunan kesadaran atau koma.

Tata Pemeriksaan Klinis dalam Neurologi

Pemeriksaan Kualitatif

Pemeriksaan ini dibedakan dalam beberapa tingkatan :

  1. Composmentis yaitu kondisi seseorang yang sadar sepenuhnya, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungannya dan dapat menjawab pertanyaan yang ditanyakan pemeriksa dengan baik. Nilai GCS 15 – 14
  2. Apatis yaitu kondisi seseorang yang nampak segan dan acuh tak acuh terhadap lingkungannya. Nilai GCS 13 – 12
  3. Delirium yaitu kondisi seseorang yang mengalami kekacauan gerakan, siklus tidur bangun yang terganggu dan tampak gaduh gelisah, kacau disorientasi serta meronta-ronta. Nilai GCS 11 – 10
  4. Somnolen yaitu kondisi seseorang yang mengantuk namun masih dapat sadar bila dirangsang tetapi bila rangsang berhenti akan tertidur kembali. Nilai GCS 9 – 7
  5. Sopor yaitu kondisi seseorang yang mengantuk yang dalam namun masih dapat dibangunkan dengan rangsang yang kuat, misalnya rangsang nyeri tetapi tidak terbangun sempurna dan tidak dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Nilai GCS 6- 5.
  6. Semi – coma yaitu penurunan kesadaran yang tidak memberikan respons terhadap pertanyaan, tidak dapat dibangunkan sama sekali, respon terhadap rangsang nyeri hanya sedikit, tetapi refleks kornea dan pupil masih baik. Nilai GCS 4
  7. Coma yaitu penurunan kesadaran yang sangat dalam, memberikan respon terhadap pertanyaan, tidak ada gerakan, dan tidak ada respon terhadap rangsang nyeri. Nilai GCS 3

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel Tata Pemeriksaan Klinis dalam Neurologi. Lebih lengkapnya bisa di unduh pada link dibawah. Terima Kasih

Unduh Materi

Materi selengkapnya tentang Tata Pemeriksaan Klinis dalam Neurologi dapat di unduh pada link berikut ini : Pemeriksaan Neurologi

Dexta

Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: