Terputusnya kontinuitas tulang adalah definisi dari fraktur atau kita biasa menyebutnya patah tulang. Fraktur banyak terjadi di sekitar kita, baik fraktur terbuka maupun tertutup, fraktur dibagian 1/3 distal, fraktur 1/3 proksimal atau fraktur 1/2 tengah. Fraktur pun mempunyai penanganan yang berbeda, ada yang cukup dipasang gips, dipasang wire, atau dipasang plate – screw saja. Perbedaan penanganan ini tergantung dari lokasi dan kondisi patahan dari fraktur. Dalam kasus fraktur ini kadang – kadang terjadi syndrome kompartemen sehingga perlu waspada. Bagaimana klasifikasi fraktur, alat bantu yang harus dipasang sesuai kondisi fraktur, hal yang perlu diperhatikan setelah pemasangan alat, dan apakah syndrome comparetemen itu? Maka pada kesempatan kali ini maimelajah.com akan membahas artikel Fraktur dan Compartemen Sindrom.

Baca :

Kompartemen Sindrom: Konsep, Gejala, Pathway

Daerah ekstermitas memiliki banyak kompartemen yang didalamnya terdapat otot,saraf,dan pembuluh darah. Itu semua diselubungi oleh membran yang keras dan tidak elastis yang disebut dengan fasia. Kompartemen sindrom terjadi apabila terjadi peningkatan tekanan dalam kompartemen (ENA,2000:533). Sindrom Kompartemen merupakan suatu kondisi yang bisa mengakibatkan kecacatan hingga mengancam jiwa akibat terjadi peningkatan tekanan interstitial dalam sebuah ruangan terbatas  yakni kompartemen osteofasia yang tertutup. Sebagian besar terjadi pada daerah lengan bawah dan kaki. Sehingga mengakibatkan berkurangnya perfusi jaringan dan tekanan oksigen jaringan. (ENA,2000:533)

Definisi  Fraktur

Patah tulang atau fraktur adalah kondisi terputusnya keutuhan susunan tulang pada tubuh manusia. Patah tulang bisa terjadi di area ujung tulang atau tulang rawan pada bagian persendian. Diagnosis patah tulang  dapat ditegakkan berdasarkan wawancara medis. Dokter akan bertanya apakah penderita mengalami adanya bengkak, perubahan bentuk, atau nyeri hebat pada daerah tulang tertentu setelah mengalami benturan. Terkadang patah tulang dapat terjadi tanpa benturan, yang biasa dialami oleh penderita penyakit kronis.

Klasifikasi Fraktur (patah tulang)

  • Berdasarkan hubungan dengan dunia luar
  • Berdasarkan letaknya
  • Berdasarkan derajatnya
  • Berdasarkan garis patahnya

Ada tidaknya hubungan dengan dunia luar

  1. Tertutup : Patah tulang tidak ada hubungan dengan dunia luar/tidak ada luka
  2. Terbuka : Ada luka dekat atau jauh dengan lokasi fraktur dimana kuman bisa masuk dan menyebabkan infeksi.

Derajat Fraktur Terbuka

  • Derajat I : diameter luka < 1 cm
  • Derajat II : diameter luka 1-5 cm
  • Derajat III : diameter luka > 5 cm dan disertai kerusakan otot yang hebat

Penutup

Demikian penjelasan singkat mengenai artikel Fraktur dan Compartemen Sindrom. Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman dalam mempelajari tentang Fraktur dan Compartemen Sindrom.

Unduh Materi

Materi lengkapnya bisa di unduh pada link berikut : Fraktur.ppt

Artikel SebelumnyaPenyakit Demam Berdarah Dengue
Artikel SelanjutnyaAsparagus Diet dan Nutrisi (Resep Praktis dan Sehat)
Salah satu Perawat di RSU yang ada di Bali dan Hobby suka Menulis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini